Jladri Garden

Juli 23, 2008

Printer merek apa dan tipe berapa yang pas di ubuntu 8.04

Diarsipkan di bawah: Curhat, Pengalaman — dariman @ 2:26 pm

Halo teman-teman…..

Bagaimana dengan pertanyaan beberapa waktu lalu?, apa sudah menemukan solusinya?, jika belum, ya sudah…..lupakan saja. Sebenarnya saya sudah banyak menemukan cara-cara untuk menginstal Hp Laserjet 1020, baik dengan cara otomatis, manual, bahkan local host, itulah cara-cara yang ditawarkan Om google. Dari semua cara tersebut ternyata tidak menjawab apa yang saya harapkan “Hp Laserjet 1020 bisa bekerja sebagaimana mestinya,” dan saya harus membeli print baru lagi, tentunya yang suport dengan Ubuntu 8.04.

Sebelum beli print baru, saya tidak mau pusing, maka dari itu saya tanya pada teman-teman kira-kira print merek apa dan tipe berapa yang suport dengan Ubuntu 8.04. Sebenarnya Hp Laserjet 1020 bisa bekerja di Ubuntu 8.04, itu semua berdasarkan keterangan teman-teman di forum Ubuntu. Tapi kenapa setelah saya mempraktekannya sendiri Hp Laserjet 1020 tetap tidak mau bekerja sebagaimana mestinya. Kelihatan sekilas print sudah terdeteksi, status juga sudah ok, tapi yang mengherankan itu print tidak bisa bekerja.

Memang kelihatan ketika saya menginstal dengan cara karnel source, setelah melakukan beberapa proses dan sukses, tapi ketika saya mengetikan “make” keterangannya “eror“. Apa karena itu apa bagaimana? Tapi saya sudah mencoba dengan cara yang lain, lebih mudahnya dengan cara localhost. Kenapa print tetap aja tidak mau bekerja.

Ok teman-teman, saya tunggu informasinya, kira-kira apa yang cocok untuk Ubuntu 8.04. Semoga masalah ini cepat terselesaikan……Amin.

Juli 18, 2008

Hp Laserjet di Ubuntu 8.04

Diarsipkan di bawah: Pengalaman — dariman @ 9:48 am

Kenapa ya….Ubuntu 8.04 tidak bisa menjalankan Hp Laserjet 1020? Padahal sudah terdeteksi dan kelihatannya sudah siap bekerja pada Ubuntu, namun printer tetap “diam” tidak bekerja sebagaimana mestinya. Baru kali ini saya mengalami masalah seperti itu, memang masih baru sih di Ubuntu.

Teman-teman ada tidak yang punya cara jitu untuk menjalankan Hp Laserjet 1020 di Ubuntu? Saya sudah mencoba saran-saran Om gogle, tapi hasilnya masih nihil. Baik cara manual sampai ke yang super manual,  tawaran Om gogle sudah banyak tak coba, bahkan sampai ke Forum Ubuntunya langsung sudah saya tanya, tapi hasilnya ya …..seperti itu. Mohon bantuan teman-teman jika ada yang pernah mengalami hal sama seperti saya, dan bisa berhasil “print bisa jalan” kasih tau saya ya……………….

Bantuan teman-teman secepatnya saya tunggu, dan terimakasih sekali jika bisa membantu saya menjalankan Hp Laserjet 1020 di Ubuntu. Cepat ya………………………

Oke teman-teman mari cari solusinya, semoga berhasil.

Juli 17, 2008

Bukan hanya uang

Diarsipkan di bawah: BELAJAR — dariman @ 4:13 pm

Kisah dua anak yang beda pemikiran dan karakter. Sebut saja Rian dan Rewo, mereka tinggal di sebuah kampung yang tidak terlalu jauh dari kota. Sejak kecil Rian dan Rewo selalu bersama, entah di sekolah ataupun dalam bermain, walaupun mereka selalu bersama dalam pergaulan tapi karakter mereka berbeda. Rian anak yang suka belajar, menbaca buku, mengamati, dan mencoba apa yang dia tau. Rian bukanlah anak pemalu, sesuatu yang tidak tau dia selalu bertanya dan mencari jawaban keingintahuannya. Rian tergolong anak yang suka bekerja keras. Sedikit berbeda dengan Rewo, walaupun rewo suka belajar, tapi Rewo tidak suka membaca buku, mengamati apa yang dia pelajari,  dan tidak pernah mencobanya. Rewo adalah tipe anak yang acuh.

Dari perbedaan tersebut terlihat ketika Rian dan Rewo beranjak dewasa. Teringat pelajaran sekolah dulu bahwa menabung itu berupa uang, sampai kapanpun pemikiran Rewo tetap seperti itu, karena yang diterima Rewo saat sekolah jika menabung pasti uang bukan yang lainnya. Tidak ada  pemikiran yang lain dalam benak Rewo selain uang, anggapan masyarakat luaspun sama seperti dalam pemikiran Rewo. Berbeda dengan pemikiran Rian. Rian menganggap menabung bukan hanya berupa uang, banyak hal yang perlu ditabung dalam hidupnya. Tidak hanya uang yang Rian tabung, Rian juga banyak nabung ilmu-ilmu pengetahuan, nabung kepercayadiri, nabung pengalaman, nabung pergaulan, dan lebih banyak lagi yang Rian tabung. Tidak heran jika Rian lebih dari Rewo, lebih banyak teman, percaya diri, dan lebih berwawasan.

Karena kelemahan Rewo yang tidak suka membaca buku, mengamati, mencoba, dan tidak bisa mengembangkan diri, kini Rewo bingung karena tidak bekerja. Sebenarnya banyak pekerjaan disekitar kita jika kita mampu mengembangkan diri. Seperti apa yang dilakukan Rian, Rian tidakperlu bingung mencari pekerjaan, karena dia mampu mengembangkan dirinya.

Juli 7, 2008

Kerja keras Kiman, merubah perlakuan masyarakat

Diarsipkan di bawah: Cerita — dariman @ 1:24 am

Kiman adalah warga Pecaron yang terbelakang, keberadaannya yang jauh dari keramaian Desa. Hanya alam yang dekat dan bersahabat dengannya, karena keterbatasan kemampuan bergaul (kuper) dengan teman dan tetangga, tak jarang diapun selalu jadi bahan ejekan teman-temannya. Oleh karena itu Kiman jarang kumpul dan bergaul dengan teman, dia merasa dianak tirikan dan selalu jadi bahan tertawaan temannya.

Keluarga Kiman keluarga sejahtera, dalam kehidupan sehari-hari keluarga tersebut tak pernah terdengar keributan ataupun percekcokan. Dalam satu rumah kiman hidup bersama istri dan tiga anaknya, tanpa tetangga di kanan kiri rumah. Dia hidup dalam pelukan alam yang menghidupinya.

Merasa tidak mampu dirinya bergaul dengan masyarakat dia tidak ingin anak-anaknya diperlakukan temannya seperti dirinya diperlakukan teman dan tetangga, dengan demikian dia bercita-cita ingin menyekolahkan anak-anaknya kejenjang yang lebih tinggi, supaya anaknya punya kemampuan bermasyarakat dan bermartabat.

Besar cita-cita untuk menyekolahkan anak-anaknya Kiman harus bekerja keras membanbting tulang mencari biaya sekolah juga kebutuhan hidup, hanya seorang penderes “pembuat gula merah” Kiman mempu memenuhi kebutuhan hidup yang diperlukan. Kiman berbeda dengan penderes lainnya, yang biasanya nderes 10 sampai 30 pohon kelapa, Kiman sampai 50 bahkan 65 pohon kelapa yang dideres bahkan lebih. Kiman setiap hari selalu bangun pagi sekali, itu dilakukan supaya nderesnya tidak kesiangan dan bisa istirahat dan mencari kayu bakar, sedangkan sang istri yang memasak hasil deresan tersebut. Itu dilakukannya dengan senang, setiap hari dia hanya nderes dan mencari kayu bakar, untuk memasak hasil deresan supaya menjadi gula merah, dan hasil deresannya bisa untuk kebutuhan sekolah anaknya dan kehidupan sehari-hari.

Dengan kerja keras yang dilakukan akhirnya anak-anaknya bisa sekolah kejenjang yang lebih tinggi, bahkan satu dari anaknya bisa menyelesaikan SMA dan sekarang bekeja disebuah bengkel motor selain itu dia juga menjadi pengurus disebuah organisasi kemasyarakatan di desanya. Tidak sia-sia usaha kiman menyekolahkan anaknya hingga kejenjang SMA, senang hati kiman melihat anak-anaknya menjadi  orang yang bisa bersosialisasi dengan masyarakat dan dianggap di masyarakat dan diorangkan. Sekarang kiman  tidak lagi diejek dan dijadikan bahan tertawaan teman dan tetangga, karena sekarang Kiman tidak ragu dan minder bergaul dengan teman dan tetangga. Itu semua karena Kiman belajar bagaimana cara bergaul pada anaknya.

Juni 28, 2008

Merumuskan kegiatan

Diarsipkan di bawah: BELAJAR — dariman @ 4:14 am

Bambang, Sulung, Rianto, dan saya, mencoba merumuskan kegiatan yang tepat disalah satu objek wisata kawasan Kebumen selatan. Pantai Suwuk sasarannya, dinilai tempat tersebut cukup potensi untuk usaha dan perkembangan kedepannya juga lumayan menghasilkan. Awalnya Bambang mengusulkan mengadakan semacam festifal atau lomba musik band mingguan, namun setelah didiskusikan kegiatan itu kurang menghasilkan, malah lebih menguntungkan pihak pariwisata dan akhirnya niat tersebut diurungkan.

Ngobrol kesana kemari mencari kegiatan menghasilkan yang kiranya tepat ditempat tersebut belum ada, mengingat usaha yang dulu pernah saya lakukan akhirnya menemukan titik terang usaha yang akan kami lakukan, berjualan sofenir dan pakaian pantai menjadi pilihan kami. Alasan tersebut berdasarkan dari sekian banyaknya penjual di pantai belum ada yang berfikiran menjual barang-barang tersebut, kebanyakan dari mereka adalah pedagang makanan khas pantai suwuk, seperti lotek, lepet, peyek udang, peyek yutuk, dan makanan lokal lainnya.

Setelah sepakat akan berjualan sofenir dan pakaian pantai tinggal siapa yang akan menjalankan?

Ternyata sulung tertarik dengan kegiatan ini, namun dia bingung dengan modal yang akan digunakan. Dia berinisiatif akan menggadaikan BPKB miliku kebank, dengan senang hati saya mengijinkan asalkan bisa dipertanggung jawabkan. Setelah saya ijinkan dia malah bingung apa bisa mengangsur apa tidak. Melihat pengalaman dulu yang sudah saya lakukan “jualan sofenir di pantai karang boloong” saya kira silung bisa mengangsur, apalagi angsurannya kecil. Masalah berjalan dan tidaknya itu tergantung dari dia menjalankannya.

Setelah tempat dan dana ada solusi sekarang tinggal mencari barang yang akan didagangkan, saya lagi saya lagi yang jadi sasaran karena hanya saya yang tau tempat kulak sofenir dan saya juga kenal dekat dengan pedagangnya. Akhirnya saya harus mengantar dia ketempat kulak, namun baru satu tempat saya mengajaknya yang lain besok lagi kalau memang benar-benar serius akan menjalankan niat ini.

Juni 20, 2008

Saatnya hati anda bersuara

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — dariman @ 3:37 am

Dua hari lagi pesta rakyat 22 juni 2008 untuk menentukan pemimpin daerah tercinta kita ini, untuk itu mari kita rayakan sebaik dan sekondusif mungkin. Gunakanlah hak pilih anda untuk menentukan siapa pemimpin yang anda kehendaki, jangan sia-siakan pesta demokrasi ini jika anda menghendaki demokrasi. Dari berbagai kalangan ada yang mendukung ada juga yang tidak dengan alas masing-masing, sebagai warga Negara yang baik marilah kita dukung pilgub jateng, sukseskan pilgub, lancarkan pesta rakyat ini semaksimal mungkin.

Mari kita sukseskan pilgub…………………………..

Juni 10, 2008

Terus bagaimana?

Diarsipkan di bawah: Politik — dariman @ 7:55 am

Setelah pemerintah menaikan harga BBM dan mengeluarkan surat keputusan bersama (SKB), lalu apa yang akan terjadi?. Apakah konflik di Negeri ini akan berakhir?, atau bagaimana?……………….

Juni 3, 2008

Konflik

Diarsipkan di bawah: Ngobrol — dariman @ 2:31 pm

Berbagai media masa memberitakan tindakan Front Pembela Islam (FPI) keterlaluan, berlebihan, bahkan menyimpang dari pancasila dan UUD 45. Hal tersebut di lihat dari tindakannya atas penyerbuan terhadap Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). Berbagai kalangan atau kelompok mengecam bahkan mengutuk atas tindakan tersebut, baik pemerintah maupun lembaga kemasyarakatan.

Sebenarnya apa yang di inginkan FPI?. Jika memang FPI menghendaki Surat Keputusan Bersama (SKB) untuk membubarkan Ahmadiyah, jelas presiden berat. Karena bangsa Indonesia bukan negara Islam, bukan negara agama. Indonesia adalah negara yang berlandaskan pada pancasila dan UUD 45. Negara yang beragam, kaya akan keragaman budaya, kepercayaan, suku, bahasa, dan yang lainnya. Itu semua sudah termaktub dalam pancasila dan UUD 45.

Apakah Bangsa kita akan terus meneus diwarnai kekerasan yang di lakukan sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab?, apa Bangsa kita bisa melewati konflik yang sedang melanda?, atau bagaimana?. Sebagai masyarakat kecil kami berharap, jika pemerintah dan aparat benar-benar paham akan tindakan kekerasan yang terjadi di Negeri ini mencoreng nama baik bangsa, bertindaklah tegas dan secepatnya konflik ini di selesaikan. Kami butuh bukti bukan sekedar kecaman atau himbauan.

Apakah harus ada pembubaran sekelompok organisasi?. FPI minta Ahmadiyah dibubarkan, sekarang malah berbalik FPI yang harus dibubarkan. Sebenarnya yang benar yang mana?, apakah Ahmadiyah atau FPI?. Kalau menurutku sih benar semua tidak ada yang salah, tapi “bener karepe dewek” benar menurut sendiri-sendiri.

Juni 1, 2008

BBM naik,hasil produksi tidak naik

Diarsipkan di bawah: Pengakuan — dariman @ 2:40 pm

Kebanyakan masyarakat beranggapan bahwa BBM naik harga-harga yang lain ikut naik, tapi kenyataannya tidak seperti yang di bayangkan. Sebagai contoh yang terjadi di daerah Jladri. Setelah harga BBM naik dengan harapan harga gula merahpun ikut naik, namun sampai sekarang harga gula merah di daerah jladri masih tetap murah. Disamping harga gula merah, harga-harga penghasilan petani yang lain juga tetap murah. Hal ini menimbulkan beberapa pertanyaan dalam benak hati Kenapa harga hasil pertanian masih saja murah?. Kenapa barang-barang hasil pabrik justru naik?. Jika dilihat keduanya sama-sama hasil produksi, tapi kenapa perlakuannya berbeda. Inilah yang terjadi dimasyarakat, apakah petani akan terus menerus menerima perlakuan seperti ni?.

Disamping harga dari hasil pertanian, kebutuhan pertanian juga kurang di perhatikan. Ini dilihat dari sulitnya petani mendapatkan pupuk, walau petani mendapatkan itupun terbatas, padahal pupuk yang di dapatkan belum memenuhi kebutuhan tanamannya. Seperti yang dialami pak Sisul, beliau harus menunggu pupuk yang sudah di pesan beberapa minggu sebelumnya. Hingga masa pemupukan lewat, pupuk belum juga di antar, padahal sudah di kasih panjer sekalipun. Setelah pak Sisul menanyakan pesanan pada pedagang pupuk tersebut, si pedagang menjawab “pupuk sekarang langka kang, susah nyarinya.!”. Pak Sisul tidak percaya begitu saja, beliau kebelakang memeriksa gudang si pedagang. Tapi, ternyta benar apa yang di katakan si pedagang, tak satu sakpun pupuk dilihatnya, isi gudang kosong, hanya lapak bekas alas pupuk yang masih berantakan. Ya……….di jaman seperti ini petani harus bersabar, banyak tawakal ya pak. :D

Apa dibalik semua ini?

Diarsipkan di bawah: Curhat — dariman @ 5:40 am

Waduh…………aksi pendemo makin merajalela menolak kenaikan harga BBM. Sampai sekarang belum juga reda, sampai kapankah aksi ini akan berakhir?. Apa pendemo akan berhasil “BBM turun”?. Apa bagaimana?. Mari kita lihat hasilnya.

Dihari lahirnya Pancasila, apakah pendimo akan melakukan aksinya yang di nilai tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Apa pendemo akan mengganggu aktifitas masyarakat, dengan memblokir jalan? Apa tindakan pendemo berpihak pada Rakyat, setelah melihat apa yang mereka lakukan?. Apa hanya dengan jalan ini pendemo mengungkapkan aspirasinya?. Bisakah pendemo menemukan jalan lain selain berorasi di jalan dan bentrok dengan aparat?. Sebenarnya apa di balik semua ini?.

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com.