SEMINAR

Posted on Januari 30, 2008. Filed under: jladri |

img_1949.jpg
foto dokumen indipt

MASYARAKAT JLADRI MENGIKUTI SEMINAR PENGURANAN RESIKO BENCANA BERSAMA INDIPT.

Masyarakat desa jladri mengikuti seminar pengurangan resiko bencana bersama indipt,tujuan dari seminar itu supaya masyarakat lebih mengerti apa yang di maksud dengan bencana.

Selama ini masyarakat desa (kampung) belum paham dengan apa yang di maksud dengan bencana,dan tindakan apa yang harus di lakukan ketika bencana itu terjadi.

Setelah beberapa kali indipt mengadakan pelatihan pelatihan tentang pengurangan resiko bencana kepada masyarakat desa (kampung),banyak masyarakat yan paham ( tanggap )dan tidak sedikit juga yang tidak paham ( malah jadi bingung).

Memang sekarang bencana sedang menjadi problematika,sering terdengar di sana sini tenteng bencana,tapi pada dasarnya kebanyakan masyarakat indonesia belum paham betul apa yang di maksud dengan bencana itu sendiri.

Mari kita pahami,kita kaji dan kita realisasikan tentang pengurangan resiko bencana.Ada beberapa masyarakat yang berpendapat bahwa bencana itu terjadi karena takdir,dan ada juga sebagian masyarakat yang berpendapat bencana itu terjadi karena ada beberapa faktor lain yang menunjang bencana itu terjadi.

Menurut Mr tajib (direktur indipt) bencana itu terjadi karena adanya ANCAMAN bertemu dengan KERENTANAN.memang benar,ketika ada ancaman dan kondisi masyarakatnya rentan maka bencana pasti akan terjadi.

Memang kadang kita berfikir,kita tidak bisa menghilangkan bencana,tapi setidak tidaknya kita bisa meminimalisir bencana.

Terlintas dalam benak…..,sejauh mana kita melakukan aksi aksi pengurangan resiko bencana…..?

Dan bagaimana cara kita melakukan aksi aksi itu,……………..?

Memang tanpa kerjasama dari berbagai pihak kita tidak bisa mewujudkan hal itu,kita bergerak sendiri tidaklah mungkin akan dapat terwujud hal tersebut di atas.

Saya mendengar dari salah seorang warga yang dulu pernah mengikuti seminar pengurangan resiko bencana,dia merasa tergugah hatinya setelah mengikuti seminar pengurangan resiko bencana bersama indipt,sebut saja Ris…

Dia berkata:…mas aku merasa bersyukur banget,indipt mau mengadakan acara seperti ini,acara ini bisa menggugah hati warga dan warga bisa ngerti akan apa itu bencana dan tindakan apa yang harus di lakukan ketika bencana itu terjadi,itu komentar temenku sewaktu ketemu di kantor.

Di sisi lain ada temenku juga yang mengikuti seminar pengurangan resiko bencana bersama indipt,sebut saja ipunk,waktu itu aku baru pulang dari kebumen dan malamnya aku ketemu ipunk di rumah,ipunk ngajak aku ngobrol.

Ipunk mengajukan pertanyaan...:Dar aku wingi malah bingung,jane apa sih sing di maksud karo pengurangan resiko bencana…..? ,terus indipt kue apa sih……?,apa wong desa kur arep di manfaatena nang indipt…….?aku malah ora mudeng pisan,jal kono sing wis ngerti indipt,jane maksude kepriwe…….

Aku jawab…:jane aku ya urung ngerti banget karo indipt,tapi nek aku pahami seminar pengurangan resiko bencana kue,janjane men awake dewek (wong ndesa) ngerti apa kue bencana,terus nek ana bencana dewek ngerti apa sing kudu di lakoni.Nah nek indipt kue kaya sebangsa LSM,siki aja suudon disit,indipt kue ora garep manfaatena kaya awak dewek (wong ndesa),indipt malah garep mbantu awak dewek wong wong ndesa men ngerti apa kue bencana,tenang bae indipt ora garep mangan duit rakyat,indipt wis teyeng gelet duit dewek,malah indipt arep mbantu dewek men wong ndesa isa ngomong karo wong wong pejabat,men wong pejabat kue gelem ngrungokena apa sebenere sing di karepena wong ndesa,dadi men pejabat ora sekarepe dewek.

siki di pikir,kawit gemien wong desa apa wani karo pejabat……? wedi kan………?mulane kue,karepe indipt jane men wong ndesa wani ngomong karo pejabat,siki udu jaman orde baru maning,siki kan jamane wis jaman reformasi,……iya kan…..?

Dia cuma menganggukan kepalanya sambil memahami apa yang barusan aku utarakan,mungkin ipunk mulai paham dengan apa yang di maksudkan indipt.

Tapi sayang,ternyata di sisi lain masih banyak orang desa (kampung) merasa taku ketika berurusan dengan pejabat,mungkin itu pengaruh dari jaman orde baru kali ya…………?.

Waaaah nek di pikir ya mumet yaaa………………….. ?

garep kepriwe negara kie…………….. ?

2 Tanggapan to “SEMINAR”

RSS Feed for Jladri Garden Comments RSS Feed

memang kenyataan dimasyarakat seperti itu. melihat pejabat itu kaya semacam melihat malaikat pencabut nyawa saja, malaikat kayak apa sih hi… padahal mereka sama seperti kita, mereka juga bisa mati dan butuh makan kenapa harus ditakuti, bukannya mereka juga kerja mewakili kita jika kita takut dengan mereka otomatis kita justru dimanfaatkan, nah adanya pengetahuan ketika masyarakat tahu informasi dan mengikuti pelatihan/seminar sedikit demi sedikit akan tahu kinerja-kinerja pemerintahan seperti apa? jika masyarakat paham saya kira pemerintah tidak sewena-wena kepada wong cilik.

ya….,,menang kadaan riilnya seperti itu sekarang mas…….
gimana lagi ya…………..?

mas aktivis apa wartawan atau orang biasa sih lulusan apa mas
kok bloknya kritik sosial semua gimana sih caranya bikin blok

Aku orang biasa mas aris…..
Aku cuma ingin belajar menulis aza…
Kalau pingin belajar blog tinggal buka aja di google.
Mas aris makasih dah mampir di jladri garden.


Komentar ditutup.

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: