Cara Mengambil Air Sajeng(Nira)

Posted on Februari 1, 2008. Filed under: BELAJAR |

img_2381.jpg
foto Dariman

Kebanyakan warga desa jladri melakukan aktifitas mengambil air (sajeng)nira,dan mungkin itu adalah salah satu mata pencaharian warga desa jladri.itu adalah aktifitas yang selalu di kerjakan terus menerus tanpa henti setiap hari.

Sebelum kita belajar cara mengambil air sajeng(nira),kita tengok dulu,sebenarnya air sajeng(nira) itu apa sih…………?

Air sajeng (nira) adalah……air yang di hasilkan dari pohon kelapa,dan merupakan bahan baku untuk pembuatan gula merah.cairan ini berwarna bening agak kecoklatan,tepi bukan keruh,kayak air teh tapi lebih bening lagi.

Sebelum air sajeng (nira) di ambil,terlebih dahulu di siapkan beberapa peralatan dan bahan seperti:

1.Deres ( Alat untuk memotong tunas pohon kelapa )

2.Bumbung/Wadah ( Tempat untuk air sajeng/nira )

3.Bangkol (Alat untuk membawa bumbung/wadah ke atas pohon kelapa)

4.Tali/Sabuk (Untuk mengikat bangkol )

5.Obat gula (Bahan pengawet air sajeng/nira )

6.Laru/Air kapur ( Sama seperti obat gula tapi alami bukan bahan kimia)

Semua peralatan sudah tersedia,sekarang tinggal Istilah istilah bahasa dalam pengambilan air sajeng/nira (nderes) antara lain:

1.Slempit ( Daun kelapa yang di gunakan untuk menyaring air sajeng/nira )

2.Wala (Tunas pohon kelapa yang menghasilkan air sajeng/nira )

3.Magas (Proses mengupas kulit tunas kelapa)

Semua sudah di pahami,dari peralatan sampai istilah istilahnya ,sekarang tinggal proses pengambilannya.

1.Pertama di siapkan bumbung/wadah,bumbung/wadah itu berupa potongan bambu/ kaleng bekas seperti,bekas kaleng oli,cat,tempat obat dan yang lain yang penting bisa untuk menampung air sajeng/nira.

2.Bumbung/Wadah itu di kasih semacam bahan kimia (obat gula),biasanya warga menggunakan obat gula merek cap tiga gajah,bahan itu berguna untuk mengawetkan air sajeng/nira.kenapa harus di kasih bahan pengawet….?air sajeng/nira kalo tidak di kasih bahan pengawet akibatnya nanti pada hasil gula merahnya,dulu memang tidak menggunakan bahan pengawet semacam itu,dulu menggunakan laru(airkapur) kalo tidak menggunakan laru (air kapur)ya …….menggunakan kulit buah manggis dan potongan kayu nangka.

3.Setelah semua wadah(tempa) di kasih bahan pengawet ,barulah sang pengambil air sajeng(nira )itu manjat pohon kelapa,di situ sang pengambil air sajeng/nira melakukan beberapa proses seperti..:

1.pengambil sajeng /nira harus membelah wala telebih dahulu supaya walanya ter kelupas dan muda untuk di pangkas,dan jangan lupa wala itu di ikat supaya tidak mekar dan berantakan agar tetap seperti bentuk semula sebelum di kupas,proses ini namanya magas wala.jangan lupa setelah wala di belah lalu di pangkas ujungnya sekitar 10 cm itu untuk merangsang supaya air sajeng/nira keluar,dan wala itu bisa menghasilkan sajeng/nira setelah di diamkan selama 2 sampai 3 hari,tetapi setiap harinya harus di pangkas juga biarpun belum menghasilkan sajeng/nira.
2.Membuat slempit,slempit di buat sebisa si pengambil sajeng/nira yang penting bisa menyaring air sajeng/nira,biar tidak ada kotoran yang masuk.ada yang bentuknya segi tiga,ada juga yang melinkar,setiap pengambil sajeng/nira caranya berbeda beda.

Setelah kedua proses itu selesai barulah melanjutkan proses yang ke 4.

4.memangkas wala,proses ini harus di lakukan dengan hati hati supaya tidak terkena tangan.cara memangkas wala juga tidak sembarangan,untuk menghasilkan air sajeng/nira bisa lebih banyak,wala di pangkas sedikit saja,kira kira 0,5 cm saja,di samping menghasilkan air sajeng/nira banyak juga untuk kelancaran hasil air sajeng/nira selanjutnya.wala bisa menghasilkan sajeng/nira sampai wala itu habis ke pangkal wala.
Setelah tahap 1,2,3,4 sudah selesai,si pengambil sajeng/nira turun dengan membawa hasil deresannya.

Dan jangan lupa setiap hari harus di pangkas,bahkan dalam seharinya 2 kali pemangkasan,yaitu pada pagi hari dan sore hari.

Ada beberapa warga yang mengambil air sajeng/niranya hanya pagi hari saja,biarpun cuma di ambil pada pagi hari saja tetap wala harus di pangkas 2 kali dalam sehari.karena pemangkasan itu juga berpengaruh pada hasil deresannya.dan ada juga yang di ambil sehari 2 kali.yaitu pagi dan sore,setiap pemangkasan air sajengny/nira di ambil.
Selamat mencoba,semoga sukses……………dan mendapatkan hasil deresan yang memuaskan Amieeeeeeeee……………eeeeeeenn!!!!!!!!

3 Tanggapan to “Cara Mengambil Air Sajeng(Nira)”

RSS Feed for Jladri Garden Comments RSS Feed

kalau ambil nira kelap buah kelapanya terganggu gak. kiri-kira ada fotonya gak ya. terima kasih

aduh nama aku air kelapa sih malu banget

kalau air nira aren segar dijadikan minum segar tanpa harus dipanasi atau dimasak bagaimana caranya?


Komentar ditutup.

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: