Yang Kaya Makin Kaya Yang Miskin Makin Miskin

Posted on Februari 15, 2008. Filed under: EKONOMI |

Sebenarnya warga jladri sebagian juga memiliki bakat berdagang,namun disana juga masih perlu adanya penyuluhan penyuluhan supaya dalam usaha dagangnya bisa lebih maju dan berkembang.

Menurut pengakuan seorang pedagang kecil di wilayah pertigaan jladri,bahwa usaha jaman sekarang di kuasai oleh orang orang yang punya modal besar,para pemodal besar bisa memenuhi atau melengkapi dagangannya dengan keperluan apa yang konsumen butuhkan,sedangkan pemodal kecil cuma bisa memenuhi kebutuhan dagangannya itu itu saja.gimana masyarakat kecil bisa lebih maju kalo pedagang kecil belum bisa mendapat modal untuk menambah barang dagangannya.

Sekarang pedagang kecil mau menambah modal dengan pinjaman dari pihak bank masih banyak kekhawatiran kekhawatiran yang di rasakan,sekarang mau pinjam dari bank harus ada jaminan,sedangkan pedagang kecil masih bingung apa yang mau di jadikan jaminan…?apa harus menyerahkan sertifikat tanahnya yang sedang di tempatinya……….?

Ini merupakan sebuah masalah yang mungkin di anggap sepele,tapi ini perlu kita pikirkan juga untuk kemajuan dan peningkatan sumberdaya masyarakat jladri.bagaimana cara untuk memecahkan maslah ini…………?

Mungkin ada cara untuk menyelesaikan masalah ini………….?

Bagaimana kalau pihan perkoperasian memberikan penyuluhan dan memberikan cara bagaimana mendapatkan modal untuk menambah modal dagangannya……….?

Tetapi setelah itu juga masih perlu memberi pengetahuan dan bagaiman cara berbisnis yang lebih baik supaya masyarakat kecil bisa lebih terangkat perekonomiannya.

Bagaimana kalau seperti itu,,atau bagaimana lebih baiknya………………?

Iklan

2 Tanggapan to “Yang Kaya Makin Kaya Yang Miskin Makin Miskin”

RSS Feed for Jladri Garden Comments RSS Feed

Mun blog nggonmu tek sogna meng nggonku, gantian nggonku sog nggonmu tp anu nyediani nggo hp.. Ben pada pada di bukak.. Kiye nuku agus.tel.az

di tempat q ada kegiatan arisan tali asih ,sebuah kegiatan ibu ibu dalam rang ka menyambut idul fitri,mungkin cara ini bisa di adopsi oleh para pedagang disana, modalnya hanya kejujuran ,perasaan senasib setujuan, trus displin,
metodenya adalah 20 orang anggota tiap minggu diharuskan buat tabungan 2000 rupiah per orang kemudian uang itu di putar?/di pinjamkan pada nggota yang membutuhkan ,tiap minggu selama belum di kembalikan pinjaman tersebut maka harus membayar bunga 500 rupiah per pinjaman pokok 10000 rupiah,ini perlu panitia yang tegas,dan cocok di kembangkan di daerah pedesaan yang saat ini rasa gotong royongnya udah agak luntur

Makasih sarannya mas….
Tapi bunganya apa tidak terlalu besar…?


Komentar ditutup.

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: