DAS Telomoyo

Posted on Februari 22, 2008. Filed under: Pengakuan |

Sabtu sore sengaja saya datang ke balai desa jladri,di situ saya bertemu dengan Bpk Sekdes Jladri.Dalam perbincangan saya dengan Bpk Sekdes saya betanya tanya tentang asal mula dan dasar dasar tanggul DAS TELOMOYO di bangunoleh pemerintah,yang selama ini malah menjadi problem atau masalah bagi masyarakat kecil yang tanah pekarangannya semakin lama semakin terkikis oleh pasang surut air laut.

Menurut pengakuan Bpk Sekdes,dulu memang dari desa mengajukan ke pemerintah supaya das telomoyo yang sebelah timur di tanggul,menurutnya supaya persawahan yang berada di sebelah timur tidak tergenangi air sewaktu air laut pasang.
memang dulu persawahan yang berada di sebelah timur das telomoyo sering banjir dari pasangnya air laut.mungkin benar apa yang di lakukan oleh Bpk Sekdes mengajukan supaya das telomoyo yang sebelah timur di bikin tanggul,supaya persawahan tidak tergenangi air pasang dari laut,secara otomatis kalau tanaman padi yang tergenangi air laut pasti akan mati,hal itu yang menyebabkan para petani mengalami gagal panen.

Pengakuan Bpk Sekdes setelah mengajukan permohonan ke pada pemerintah supaya das telimoyo sebelah timur di bikikin tanggul,sejak itu tidak ada sosialisasi kepada masyarakat tentang rencana pembangunan tanggul das telomoyo,secara langsung dari pemerintah membangun tanggul tanpa sosialisasi.menurut Bpk Sekdes proyek pembangunan tanggul itu telah di lelangkan ke sebuah kontraktor,jadi yang melaksanakan pembangunan itu adalah kontraktor.

Setelah saya amati ternyata tanah yang di gunakan untuk tanggul kebanyakan berupa tanah pasir.menurut Bpk Turmidzi setandar tanah untuk membuat tanggul adalah tanah lempung (galong merah).

Setelah pembangunan selesai dan dalam jangka waktu sekian lama akhirnya tanggul itu semakin lama semakin terkikis air pasang dari laut.

Dan saya juga mengamati tanggul yang sebelah barat das telomoyo dalam jang waktu ± 7 tahun ini ada yang terkikis sampai 2/3 m,bahkan ada yang tinggal beberapa meter saja dari rumah warga (pemukiman).

Dari hal hal di atas menimbulkan pertanyaan …………………………..

Siapa yang bertanggung jawab…………?

Sampai kapan warga mengakhiri kegelisahannya…….?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: