Jatuh dari pohon kelapa

Posted on Maret 14, 2008. Filed under: Pengakuan |

Ada kabar buruk yang aku dapatkan dari seorang teman,kabar yang di beritakan temanku adalah warga jladri jatuh dari pohon kelapa. Sakinah menjelaskan kabar terserbut kepadaku lewat telepon genggam “HP”,sakinah menjelaskan kejadian tersebut bahwa Pak Jasimin jatuh dari pohon kelapa pada hari kamis tanggal 13 maret 2008,tepatnya sekitar jam 16.00 wib. Kejadian itu terjadi di belakang rumahnya Bapak Imam Nawawi,sebenarnya pohon kelapa itu bukan milik Bapak Jasimin,tapi pak Jasimin menggandainya dari pak Tengul,kebiasaan warga jladri yang tidak punya pohon kelapa sendiri biasanya ada yang menggadai,ada yang ngemplong “nyewa per pohon”,dan tak jarang juga ada yang maro “bagi hasil”. Hal seperti itu suda menjadi budaya di desa jladri,jadi kebanyakan warga jladri berpenghasilan dari gula merah itu,yang bahan dasarnya dari air nira/sajeng itu yang berasal dari pohon kelapa.

Setelah kejadian itu pak Jasimin di tolong pertama kali oleh pak Imam Nawawi dan pak Sobari,pak Iman dan pak Sobari langsung membawa pak jasimin ke tukang urut yang berada di karang bolong,menurut pak imam katanya yang lebih dekat dari tempat kejadian,”tukang urutnya bernama pak kasmudi”. Setelah sampai di tempat pak kasmudi pak jasimin di periksa oleh pak kasmudi,ternyata tulang belakang pak jasimin patah “itu penuturan pak kasmudi”,memang benar apa yang di katakan pak kasmudi,setelah di raba-raba oleh pak sobari “tetangga pak imam” bagian boyok “tulang belakang” pak jasimin ada benjolan,itu menandakan kalau tulang belakangnya patah.

Menurut pengakuan pak Imron,pak Jasimin jatuh dari pohon kelapa karena mau mapah “duduk di tangkai pohon kelapa” dan tangkainya itu patah,karena tangkainya sudah terlalu kering akhirnya tidak kuat untuk di duduki dan akhirnya tangkai itu jatuh bersamaan denga pak jasimin. Pohon kelapa itu tingginya sekitar 12 m,dengan ketinggian seperti itu mungkinlah jika tulang belakang pak jasimin patah,memang sih,kebanyakan pohon kelapa yang di deres “di ambil air nira /sajeng” berukuran 12 m tingginya,pada saat itulah pohon kelapa lagi produktif-produktifnya.

Ada juga yang bilang pak jasimin jatuh dari pohon kelapa karena semalam habis bergadang di tempatnya pak Mus dan nderesnya ngantuk ,malam itu pas kebetulan ada acara puputan “7 hari setelah melahirkan”,jadi pak jasimin bergadang sampai malam bersama tetangga-tetangganya di rumahnya pak Mus dan paginya harus melakukan aktifitas nderes ” mengambil air nira/sajeng”,saking ngantuknya jadi tidak konsentrasi dan tidak sadar kalau dia sedang nderes “mengambil air nira/sajeng”.

Menurut pak kasmudi,untuk menyembuhkan patah tulang yang di derita pak jasimin memerlukan waktu yang lumayan lama,dan pak kasmudi juga bilang mudah-mudahan bisa cepat sembuh,soalnya menurut pengalaman yang di alami pak kasmudi tak jarang yang patah tulang dapat tertolong,mudah mudahan Tuhan cepat memberi kesembuhan kepada pak jasimin,Amiiin….

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: