Malas sekolah terus merantau

Posted on Maret 15, 2008. Filed under: Pengalaman |

Malam begitu sunyi,hening tanpa kebisingan suara mesin motor,termenung dalam keheningan malan. Terdengar langkah kaki yang begitu mengejutkan,tanpa aku menghiraukan langkah kaki itu,tapi semakin lama dirasakan,langkah kaki itu menuju ke arahku. Dengan sebatang rokok di tanganya yang di hisap dengan nikmat sekali ¨ïtu murut perasaanku¨ dia menuju ke arahku,remang-remang suasana di atas dak ¨ di atas rumah yang terbuat dari cor-coran semen ¨ membuatku tidak bisa mengenali wajahnya,semakin dekat dia menuju ka arahku semakin jelas tampak wajahnya,ternyata dia adalah sahabatku yang bekerja bareng denagku dalam satu pabrik dan satu kontrakan,dia bernama Sarno.

Dengan sendirinya Sarno duduk di sampingku di bangu yang sengaja aku buat beberapa hari yang lalu,akupun diam saja ¨ soalnya aku sedang menikmati heningnya malam ¨ dengan suara santai,sarno bertanya kepadaku,¨man,lagi ngapain di sini sendirian ?¨,aku pun dengan santainya menjawab pertanyaan sarno,¨lagi nyantai aja ¨,sarno merubah suasana di atas dak kontrakan milik pak Dedi tempat aku nyantai,suasana yang tadinya sunyi sepi berubah menjadi suasana yang hangat. Malam minggu yang kelabu ¨ itu menurutku ¨ soalnya aku tidak punya acara mingguan. Sarno datang ke atas dak ternyata merasakan hal yang sama seperti apa yang sedang aku rasakan ¨tidak punya acara di malam minggu¨,dan akhirnya aku teringat akan kampung halamanku.

Baru 5 bulan aku berada di Jakarta,aku merasa kangen denga kampung halamanku ¨kata-kata yang aku ucapkan¨,mungkin baru pertama kali aku merantau dan jauh dari kampung halaman,tetapi beda dengan sarno,sarno yang sudah lama merantau di Jakarta. Akhirnya sarnopun bercerita tentang kisah terjadinya sarno beranjak ke jakarta.

Sarno bercerita,¨sarno datang ke Jakarta setelah lulus SD ¨ Agustus 1995 ¨, sarno tidak mau melanjutkan sekolah di MTs,dulu sarno sudah di daftarkan di MTs Jladri,tapi sarno tidak mau melanjutkan sekolah lagi karena sarno melihat kakaknya setiap pulang dari jakarta selalu ngasih uang kepada sarno,menurut anggapan sarno,merantau di jakarta enak,bisa punya ung banyak seperti yang di lakukan kakaknya,kakaknya sarno bernama Bungkus. Wajar saja kalau sarno tertarik ikut merantau kakaknya ke jakarta. Dulu memang kondisi keluarga sarno kurang mampu,sewaktu sekolah di SDpun sarno harus membantu Ibunya bekerja sebagai buruh ngrokos ¨mengumpulkan batu kecil di kali ¨,sehabis pulang sekolah sarno harus pergi ke kali untuk mengumpulkan krokos dan bibawa ke jalan raya,terkadang sarnopun tidak masuk sekolah karena harus bekerja seperti itu. Pernah terjadi,dulu Bapak Kepala Sekolah SD Jladri II ¨ Londeng¨,datang kerumah sarno menyuruh sarno untuk berangkat sekolah lagi,karena sarno sudah beberapa hari tidak masuk sekolah,sarnopun bersih keras menolak permintaan bapak kepala sekolah,sarno lebih memilih bekerja di kali ¨dari pada sekolah mending ngumpulin krokos,bisa dapat uang¨ ucapan sarno menjawab permintaan Bapak Kepala Sekolah,Bapak Kepala Sekolahpun tidak memaksa kehendak sarno. Disamping itu Ibunya sarnopun sebenarnya sudah berkali-kali menyuruh sarno untuk berangkat ke sekolah,jawaban sarnopun tetap sama,sarno tidak mau sekolah. Setelah kurang lebih 2 minggu sarno tidak berangkat sekolah sarno ingat pelajaran sekolah,dengan desakan dari Ibunya yang sering sekali menyuruh sarno untuk sekolah lagi dan ingat akan pelajaran sekolah yang di sukai akhirnya sarno menuruti permintaan ibuny dan berangkat sekolah lagi,pelajaran yang di sukai sarno pelajaran Matematika dan sampai pada akhirnya sarnopun lulus sekolah SD. Tapi niat untuk merantaunya masih tetap terniang dalam benak sarno yang melihat kakaknya enak hidup di rantau.
Setelah sarno bertekad untuk merantau,sarnopun memilih merantau di Jakarta ikut dengan kakaknya. Sarno pertama kali merantau di Jakarta bekerja di tempat tanaman hias bersama pamannya di daerah Ragunan,sarno di beri pekerjaan untuk mengurusi taman hias janis anggrek,dulu sarno masih begitu kecil,sarno sering mengalami kesulitan-kesulitan sewaktu kerja ¨ yaaah…..masih kecil sudah bekerja ¨,terkadang sarnopun menangis karena merasa tidak betah ¨ maklum masih kecil ¨,setelah lama kelamaan sarnopun merasa betah kerja di tanaman hias,sarno mulai tidak ingat akan kampung halamannya,karena sarno sudah ngerti dunia jakarta dan merasa enak,pamannya sarno bernama Gambreng,Gambreng sudah cukup lama kerja di tanaman hias,mungkin sudah ada 10 tahun di tanaman hias.

Dulu sarno belum ngerti kalau di Jakarta ternyata banyak orang-orang dari jaladri,setelah sarno ketemu kakak iparnya,sarno di ajak jalan-jalan ke daerah Cimanggis,ternyata di Cimanggis banyak banget orang-orang dari Jladri,setelah sarno ngerti kalau di Cimanggis banyak orang Jladri,sarno jadi sering sekali main ke daerah Cimanggis,setiap libur kerja sarno pasti menghabiskan waktunya bermain ke tempat kontrakan temen-temennya yang berada di Cimanggis. Dari ragunan ke cimanggis sarno cuma mengeluarkan ongkos Rp 10.000 itu untuk pulang pergi,bagi sarno mengeluarkan ongkos segitu tidaklah menjadi maslah,karena dalam pikiran sarno yang penting bisa ketemu dengan teman temannya,soalnya di Ranguna yang orang Jladri cuma Sarno sama pamannya.Memang sarno sih punya teman akrab di raguna,dia bernama kasdi orang daerah Purworejo,sarno sering mengajak kasdi main ke Cimanggis bertemu teman-temannya.

Setelah beberapa tahun sarno bekerja di tanaman hias akhirnya sarnopun mengalami kebosanan,sarno bekeja di tanaman hias sekitar 2 tahun,denga waktu yang lumayan lama dan sarno merasa bosak kerja di tanaman hias akhirnya sarno memutuskan pindah kerja. Sebelaum sarno keluar dari tanaman hias ,sarno lebih dulu tanya-tanya pada temannya kalau-kalau ada lowongan kerja di Cimanggis untuk menghubungi sarno,sarnopun tidak mau menanggung resiko nganggur di Jakarta,setelah teman sarno yang sama-sama dari Jladri memberi tahukan kalau di tempat kerjanya ada lowongan kerja temannya sarno langsung memberitahukan ke sarno,sarnopun mengundurkan diri dari kerjaan mengurus tanaman hias,teman sarno yang memberitahukan ada lowongan kerja namanya Siran,di tempatnya Siran memang sedang membutuhkan karyawan,Siran bekerja di bidang Alumunium,semua orang jladri yang merantau di Jakarta bekerja di bidang Alumunium ¨ kecuali yang cewe ¨. Sarno pertama kali kerja di Alumunium belum ngerti bagai mana caranya bikin rak piring ¨merakit¨ dari Alumunium,Siranpun dengan sabar mengajari sarno cara bikin rak piring dari Aluumunium. Setelah beberapa bulan sarno bekerja di Alumunium sarnopun sedikit-demi sedikit sudah bisa caranya bikin rak piring dari Alumunium ¨ merakit¨.

Setelah sarno mahir di bidang Alumunium segala macam bentuk,bahkan dari ukuran-ukurannya sarno sudah hafal semua bagai mana membuat rak piring ¨ merakit ¨ dengan baik,sarno sudah mulai di lepas oleh siran,siran sudah yakin kalau sarno sudah mampu kerja sendiri tanpa harus di ajari lagi,ketika ada sebuah tawaaran dari bosnya untuk memborong bikin rak piring di pabrik,sarnopu karena sudah merasa bisa bahkan mahir sarno terima tawaran itu,karena sarno tidak mau menyianyiakan kesempatan itu ¨yah……walaupun terkadang pekerjaan itu tidak tentu¨ ,memang resikonya memborong terkadang pasokan bahan untuk membuat rak piring ¨merakit¨ habis dan bosnya tidak segera membeli lagi dan akhirnya harus nganggur karena kurang nya bahan. Dan pada akhirnya sarno pisah kerjanya denga siran,sekarang sarno sudah bisa mandiri dan bekerja di tempat lain.

Untuk membuat rak piring,memerlukan beberapa jenis atau ukuran bahan,seperti : Hollow Got,Hollow 1 x 1½,Hollow 1 x 1½ U,Hollow Gepeng,Lis siku,Lis L,Kaca,Melamin,Setrimin,Sekrup,Paku Rivet,Roda MKN,itu semua harus tersedia,apabila salah satu dari itu tidak ada maka rak piring tidak akan jadi. Sering sekali sarno nganggur karena gara-gara kurang sekrup,kurang melami,atau apa yang menyebabkan tidak jadinya rak piring.

Tapi dengan kondisi seperti itu sarnopun tidak tinggal diam,ketika sarno di pabrik tidak ada pekerjaan sarno jalan keliling kota,tujuan sarno mencari orderan,siapa tau ada yang membutuhkan temaganya untuk menyerfis atau apa,karena tak jarang setiap sarno jalan cari orderan sarno mendapat job menyefis rak piring. Denga berbagai cara sarno menawarkan jasanya,pernah juga terjadi karena tidak sengaja sarno main ke kontrakan temannya yang berada di Depok,kebetulan rak piring tetangganya teman sarno rusak,pintunya tidak bisa di tutup,sarnopun denga pedenya menawarkan jasanya¨.

Itu adalah cerita sarno sebelum sarno bertemu denga aku,sarnopun sekarang merasa menyesal karena dulu tidak mau melanjutkan sekolah lagi,sarnopun bilang ke aku ´´ beruntung kamu man bisa sekolah sampai SMK ¨,aku pun menjawab ¨walaupun aku sekolah sampai SMK,toh kenyataannya sama seperti kamu,menjadi tukang rak piring ¨,sarno cuma tersenyum. Sekarang sarno bekerja bareng satu bos denganku,sama seperti yang di ceritakan sarno,di sebuah perusahaan Alumunium ¨merakit rak piring ¨. Tak terasa malampun semakin larut dan akupun sudah muali ngantuk,setelah aku liat jam di HPku,wah ternyata sudah larut malam juga,dan jam menunjukan pukul 11.30 wib,aku mengajak sarno turun dari dak dan tidur,sebelum sampai kamar,aku ingat kalau aku belum sholat Isa,aku bergegas menuju tempat wudhu dan sarno langsung menuju ke kamar kontrakan,aku tidak tau apakah sarno sudah sholat Isa apa belum,tapi aku tidak hiraukan,aku langsung wudhu,selesai wudhu,aku masuk ke kamar ternyata sarno langsung tidur,aku juga tetap tidak menghiraukan ¨ mau sholat ya terserah,tidak ya terserah¨,aku lang saja sholat dan sehabis sholat Isa aku langsung tidur.

Memang aku dengan sarno satu kontrakan sih……..,aku dengan sarno tiap bulanyya harus membayar Rp 200.000 untuk bayar kontrakan, itu sudah termasuk listrik dan air. Jadi aku tiap bulannya harus mengeluarkan uang untuk membayar kontrakan cuma Rp 100.000.

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: