Apakah ini yang dinamakan cinta ?

Posted on Maret 16, 2008. Filed under: Cinta |

Setelah beberapa tahun Fandi merantau di Jakarta ¨yah,….kurang lebih ada 4 tahu¨,Fandi merasa asing di kampung halamannya,melihat perubahan yang cukup mengesankan bagi Fandi. Ketika Fandi berjalan menelusuri kampung Jladri,Fandi melihat sesuatu yang tidak di mengerti ¨massa Alloh ¨ dalam benak Fandi terkejut,¨luar biasa¨,cantik sekali Fatimah,sekarang benar-benar beda dengan dulu,sangat beda sekali.

Dengan perasaan yang sedikit malu-malu Fandi mendekati Fatimah. Fat,lagi ngapain ¨tanya Fandi kepada Fatimah¨,lagi ngrumput mas ¨jawab Fatimah¨,hati Fandi terasa melayang ketika Fatimah manggil ¨Mas¨,Fandi terasa canggung ngobrol dengan Fatimah,begitu juga denga Fatimah. Perbincangan yang cukup singkat antara Fandi dengan Fatimah,Fandi melanjutkan perjalanan menelusuri kampung,sebuah kampung yang sering di terlusuri oleh Fandi. Fandi sering berjalan menelusuri kampung halamannya,sampai-sampai Fandi tahu semua jalan di daerah jladri,sampai kepelosok-pelosok Fandi tahu jalan setapak¨ yang mungkin jarang di lewati warga kampung¨.

Hari semakin sore,Fandi beranjak pulang ke rumah,perjalanan yang lumayan jauh di tempuh Fandi ¨kalau di ukur ada 5 km¨,membuat Fandi merasa kecapean. Setelah sampai di rumah,Fandi teringat kejadian yang baru dialami di perjalanan tadi ¨bertemu dengan Fatimah¨,raut wajah Fatimah seakan-akan membayang-bayangi pikiran Fandi,Fandi selalu teringat akan perkataan yang di ucapkan Fatimah ¨Mas¨,dalam benak Fandi berkata-kata ¨ baru kali ini Fandi merasakan getaran hati yang luar biasa. Setiap kali setiap saat Fandi selalu teringat akan wajah Fatimah,sampai-sampai Fandi merasa bingung,apakah ini yang di namakan cinta ? ¨ dalam hati Fandi bertanya pada diri sendiri ¨.

Setelah beberapa bulan kemudian,ketika itu Fandi di suruh ikut kegiata IPNU dan IPPNU di Kecamatan Buayan oleh salah seorang yang menjadi pengurus NU tingkat ranting. Pak Paryono menyuruh Fandi mengikutinya,kata Pak Paryono sih ada temannya,Jladri harus mengirimkan 4 Anak untuk mengikuti kegiatan IPNU dan IPPNU tingkat Anak Cabang,pak paryono belum bilang siapa saja yang akan ikut,Pak Paryono cuma bilang cowonya 2 cewenya 2,Fandi dengan senang hati menerima tugas dari Pak Paryono. Setelah waktu yang di beritahukan Pak Paryono bahwa acaranya tanggal 23 April 2007,Fandi berangkat sendiri dari rumah,Fandi mampir kerumahnya Pak Paryono ¨yang memang sudah di beritahukan sebelumnya kumpul di tempatnya Pak Paryono¨ Fandi kaget ketika Fandi melihat Fatimah berada di rumahnya Pak Paryono,ternyata Fatimah juga di suruh ikut dalam kegiatan ini. Fandi tidak mengerti dengan semua ini,padahal dalam hati Fandi tidaklah mungkin Fandi bisa ketemu dan ngobrol-ngobrol dengan Fatimah lebih dekat ¨soalnya Fandi tidak berani main kerumah Fatimah¨.

Setelah semua Anak yang diperintah Pak Paryono kumpul,Pak Paryono bergegas mengeluarkan sepeda motor dan berangkat ke Balai Desa Buayan ¨karena pelaksanaannya di Balai Desa Buayan¨,setelah sampai di Balai Desa Buayan ternyata yang datang baru beberapa peserta saja. Acara pembentukan IPNU dan IPPNU di Kecamatan Buaayan menghadirkan beberapa perwakilan dari 4 desa,di antaranya dari Desa Karang Bolong,Desa Jladri,Desa Buayan,dan Desa Mergosono.

Setelah semua peserta hadir,acara itu di buka oleh Mas Ma´muri dari Kuwarasan,karena kebetulan gagasan ini berasal dari Mas Ma´muri dan Khudori,setelah pembukaan dilanjutkan sambutan dari PAC NU yang di wakili oleh Bapak Sobari dari Buayan,terus di lanjutkan acara pengarahan dan pemaparan apa yang di maksud dengan IPNU dan IPPNU, yang di paparkan oleh Mas Ma´muri sendiri. Setelah acara pengenalan apa itu IPNU dan IPPNU di lanjutkan acara pembentukan kepengurusan.

Fandi tidak tau hasil dari pembentukan kepengurusan, Fandi sebelum acara pembentukan kepengurusan Fandi meninggalkan ruangan karena Fandi harus pergi menghadiri acara pernikahan temannya di Gombong. Setelah Fandi pulang dari Gombong Fandi tanya-tanya kepada temannya yang ikut dalam acara itu. Fandi datang ke tempatnya Rohmat,karena yang ikut acara itu kebetulan Rohmat,Rohmat menerangkan semua hasil diskusi pembentukan pengurus IPNU dan IPPNU Anak Cabang Buayan.Setelah Fandi tau siapa saja yang menjadi pengurus dan semua informasi sudah di dapat Fandi,Fandi segera pulang dengan membawa hasil penjelasan dari Rohmat.

Selang beberapa bulan,perkumpulan IPNU dan IPPNU di adakan lagi untuk pengukuhan dari pengurus-pengurus Anak Cabang Kecamatan Buyan. Waktu itupun Fandi harus ketemu dengan Fatimah lagi,hati Fandi semakin berdetak kencang ketika bertemu dengan Fatimah,dalam hati Fandi berkata ¨ kenapa aku harus bertemu lagi dengan Fatimah ?¨,perasaan Fandi semakin lama semakin ingin mengungkapkan perasaan yang di rasakan Fandi,tapi Fandi masih belum bisa mengungkapkan perasaan yang sebenarnya,yang selama ini terpendam dalam hati.

Hampir satu tahun Fandi berada di kampung halamannya,semakin lama semakin dekat hubungannya dengan Fatimah,mungkin karena seringnya bertemu dalam sebuah acara yang sering di ikuti oleh Fandi dan Fatimah,sehingga mendekatkan hubungan Fandi dan Fatimah,seperti perkumpulan Remaja Masjid,perkumpulan IPNU IPPNU,dan perkumpulan-perkumpulang yang sering di adakan di Desa Jladri.

Semakin lama Fandi berfikir ¨ kenapa aku tidak bisa mengungkapkan perasaanku pada Fatimah¨,dengan ketidak beranian yang di rasakan Fandi selama ini,akhirnya Fandi memberanikan diri untuk menyatakan cintanya kepada Fatimah. Tapi apa tanggapan dari Fatimah ?,Fatimah belum bisa menerima cinta Fandi,Fatimah beralasan,Fatimah belum kepingin pacaran,jawaban itu membuat perasaan Fandi terpukul,dengan pengungkapan Fatimah yang mengambil keputusan seperti itu,Fandi sudah paham,soalnya Fatimah sering sekali di lamar cowe dan Fatimah selalu menolaknya ¨ya….jawaban yang sama seperti jawaban yang di berikan kepada Fandi ¨.

Dengan keputrusan itu Fandi tidak pernah lelah terus mendekati dan meyakinkan hati Fatimah,Fatimahpun tetap pada pendiriannya,selalu memberi jawaban belum kepengin pacaran,dalam hati Fandi tidaklah mungki jika seumuran Fatimah belum punya rasa ingin berpacaran. Dugaan Fandi benar,ternyata Fatimah sudah punya idaman hati,tapi idaman hati Fatimah belum tentu karena keterbatasan jarak,Fatimah di Jladri sedangkan pujaan hatinya di Jakarta,setelah Fandi ngerti hal seperti itu,Fandi tidak lagi memaksakan diri untuk mendapatkan Fatimah.Walaupun Fandi merasa patah hati,tapi Fandi tetap tidak bisa melupakan Fatimah.

 

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: