Khawatir

Posted on Maret 19, 2008. Filed under: Pengalaman |

Semakin malam semakin bingung redaksi mau meluncurkan artikel pada hari ini 19/03/08 ke situsnya,apa lagi yang akan di luncurkan ?,redaksi kerepotan karena harus nyari berita sendiri.

Puntung rokok memenuhi asbak di atas mejanya,kopi di gelas juga habis,tapi kenapa belum bisa mengeluarkan ide-ide untuk bikin sebuah artikel,pikiran yang selalu melayang tidak karuan tak tau ke mana arah tujuannya,sampai-sampai situnya belum terisi untuk edisi hari ini,¨bagai mana pertanggungjawabannya nanti pada direkturnya?,waaaaaaaaah……..ga tau deh……..¨ batin cool memperhatikan redaksi.
¨Sebenarnya apa yang sedang di pikirkan redaksi,aku harus tanyakan aja langsung padanya,siapa tau bisa bantu memecahkan masalahnya,hayooooooooooooo…………..¨perkataan cool dalam hati.
Dengan perasaan bimbang cool masuk ke ruangan redaksi,takutnya malah mengganggu kerjanya. ¨ Masuk ngga yah……..?¨,keraguan cool,dengan rasa keingin tahuan cool terhadap masalah yang sedang di hadapi redaksi,cool memberanikan diri untuk masuk ke ruangannnya. Dariman ¨redaksi¨ duduk dengan gelisah,perlahan cool menanyakan masalah yang sedang di hadapi,karena memperhatikan dari ruang sebelah kelihatannya dariman sedang ada masalah,di tambah lagi cool tau kalau situsnya belum di isi untuk hari ini.

¨Ternyata masalah yang di hadapi cuma masalah sepele,cuma masalah kekhawatiran aja¨,tutur cool. Dariman khawatir kalau teman dekatnya marah,karena kepolosan dan kejujurannya bisa-bisa malah menjebaknya,akhirnya ya seperti itu,dariman tidak bisa bekerja dengan serius karena terbayang-bayangi perasaan itu.

Setelah dariman menghubunginya ¨teman¨ lewat telepon,untungnya dia tidak marah pada dariman,akhirnya dariman bisa bekerja dengan serius lagi dan bisa menemukan ide-ide dan nulis artikel untuk ngisi situsnya.

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: