Archive for Juli, 2008

Printer merek apa dan tipe berapa yang pas di ubuntu 8.04

Posted on Juli 23, 2008. Filed under: Curhat, Pengalaman |

Halo teman-teman…..

Bagaimana dengan pertanyaan beberapa waktu lalu?, apa sudah menemukan solusinya?, jika belum, ya sudah…..lupakan saja. Sebenarnya saya sudah banyak menemukan cara-cara untuk menginstal Hp Laserjet 1020, baik dengan cara otomatis, manual, bahkan local host, itulah cara-cara yang ditawarkan Om google. Dari semua cara tersebut ternyata tidak menjawab apa yang saya harapkan “Hp Laserjet 1020 bisa bekerja sebagaimana mestinya,” dan saya harus membeli print baru lagi, tentunya yang suport dengan Ubuntu 8.04.

Sebelum beli print baru, saya tidak mau pusing, maka dari itu saya tanya pada teman-teman kira-kira print merek apa dan tipe berapa yang suport dengan Ubuntu 8.04. Sebenarnya Hp Laserjet 1020 bisa bekerja di Ubuntu 8.04, itu semua berdasarkan keterangan teman-teman di forum Ubuntu. Tapi kenapa setelah saya mempraktekannya sendiri Hp Laserjet 1020 tetap tidak mau bekerja sebagaimana mestinya. Kelihatan sekilas print sudah terdeteksi, status juga sudah ok, tapi yang mengherankan itu print tidak bisa bekerja.

Memang kelihatan ketika saya menginstal dengan cara karnel source, setelah melakukan beberapa proses dan sukses, tapi ketika saya mengetikan “make” keterangannya “eror“. Apa karena itu apa bagaimana? Tapi saya sudah mencoba dengan cara yang lain, lebih mudahnya dengan cara localhost. Kenapa print tetap aja tidak mau bekerja.

Ok teman-teman, saya tunggu informasinya, kira-kira apa yang cocok untuk Ubuntu 8.04. Semoga masalah ini cepat terselesaikan……Amin.

Iklan
Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( Komentar Dinonaktifkan pada Printer merek apa dan tipe berapa yang pas di ubuntu 8.04 )

Hp Laserjet di Ubuntu 8.04

Posted on Juli 18, 2008. Filed under: Pengalaman |

Kenapa ya….Ubuntu 8.04 tidak bisa menjalankan Hp Laserjet 1020? Padahal sudah terdeteksi dan kelihatannya sudah siap bekerja pada Ubuntu, namun printer tetap “diam” tidak bekerja sebagaimana mestinya. Baru kali ini saya mengalami masalah seperti itu, memang masih baru sih di Ubuntu.

Teman-teman ada tidak yang punya cara jitu untuk menjalankan Hp Laserjet 1020 di Ubuntu? Saya sudah mencoba saran-saran Om gogle, tapi hasilnya masih nihil. Baik cara manual sampai ke yang super manual,  tawaran Om gogle sudah banyak tak coba, bahkan sampai ke Forum Ubuntunya langsung sudah saya tanya, tapi hasilnya ya …..seperti itu. Mohon bantuan teman-teman jika ada yang pernah mengalami hal sama seperti saya, dan bisa berhasil “print bisa jalan” kasih tau saya ya……………….

Bantuan teman-teman secepatnya saya tunggu, dan terimakasih sekali jika bisa membantu saya menjalankan Hp Laserjet 1020 di Ubuntu. Cepat ya………………………

Oke teman-teman mari cari solusinya, semoga berhasil.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( Komentar Dinonaktifkan pada Hp Laserjet di Ubuntu 8.04 )

Bukan hanya uang

Posted on Juli 17, 2008. Filed under: BELAJAR |

Kisah dua anak yang beda pemikiran dan karakter. Sebut saja Rian dan Rewo, mereka tinggal di sebuah kampung yang tidak terlalu jauh dari kota. Sejak kecil Rian dan Rewo selalu bersama, entah di sekolah ataupun dalam bermain, walaupun mereka selalu bersama dalam pergaulan tapi karakter mereka berbeda. Rian anak yang suka belajar, menbaca buku, mengamati, dan mencoba apa yang dia tau. Rian bukanlah anak pemalu, sesuatu yang tidak tau dia selalu bertanya dan mencari jawaban keingintahuannya. Rian tergolong anak yang suka bekerja keras. Sedikit berbeda dengan Rewo, walaupun rewo suka belajar, tapi Rewo tidak suka membaca buku, mengamati apa yang dia pelajari,  dan tidak pernah mencobanya. Rewo adalah tipe anak yang acuh.

Dari perbedaan tersebut terlihat ketika Rian dan Rewo beranjak dewasa. Teringat pelajaran sekolah dulu bahwa menabung itu berupa uang, sampai kapanpun pemikiran Rewo tetap seperti itu, karena yang diterima Rewo saat sekolah jika menabung pasti uang bukan yang lainnya. Tidak ada  pemikiran yang lain dalam benak Rewo selain uang, anggapan masyarakat luaspun sama seperti dalam pemikiran Rewo. Berbeda dengan pemikiran Rian. Rian menganggap menabung bukan hanya berupa uang, banyak hal yang perlu ditabung dalam hidupnya. Tidak hanya uang yang Rian tabung, Rian juga banyak nabung ilmu-ilmu pengetahuan, nabung kepercayadiri, nabung pengalaman, nabung pergaulan, dan lebih banyak lagi yang Rian tabung. Tidak heran jika Rian lebih dari Rewo, lebih banyak teman, percaya diri, dan lebih berwawasan.

Karena kelemahan Rewo yang tidak suka membaca buku, mengamati, mencoba, dan tidak bisa mengembangkan diri, kini Rewo bingung karena tidak bekerja. Sebenarnya banyak pekerjaan disekitar kita jika kita mampu mengembangkan diri. Seperti apa yang dilakukan Rian, Rian tidakperlu bingung mencari pekerjaan, karena dia mampu mengembangkan dirinya.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( Komentar Dinonaktifkan pada Bukan hanya uang )

Kerja keras Kiman, merubah perlakuan masyarakat

Posted on Juli 7, 2008. Filed under: Cerita |

Kiman adalah warga Pecaron yang terbelakang, keberadaannya yang jauh dari keramaian Desa. Hanya alam yang dekat dan bersahabat dengannya, karena keterbatasan kemampuan bergaul (kuper) dengan teman dan tetangga, tak jarang diapun selalu jadi bahan ejekan teman-temannya. Oleh karena itu Kiman jarang kumpul dan bergaul dengan teman, dia merasa dianak tirikan dan selalu jadi bahan tertawaan temannya.

Keluarga Kiman keluarga sejahtera, dalam kehidupan sehari-hari keluarga tersebut tak pernah terdengar keributan ataupun percekcokan. Dalam satu rumah kiman hidup bersama istri dan tiga anaknya, tanpa tetangga di kanan kiri rumah. Dia hidup dalam pelukan alam yang menghidupinya.

Merasa tidak mampu dirinya bergaul dengan masyarakat dia tidak ingin anak-anaknya diperlakukan temannya seperti dirinya diperlakukan teman dan tetangga, dengan demikian dia bercita-cita ingin menyekolahkan anak-anaknya kejenjang yang lebih tinggi, supaya anaknya punya kemampuan bermasyarakat dan bermartabat.

Besar cita-cita untuk menyekolahkan anak-anaknya Kiman harus bekerja keras membanbting tulang mencari biaya sekolah juga kebutuhan hidup, hanya seorang penderes “pembuat gula merah” Kiman mempu memenuhi kebutuhan hidup yang diperlukan. Kiman berbeda dengan penderes lainnya, yang biasanya nderes 10 sampai 30 pohon kelapa, Kiman sampai 50 bahkan 65 pohon kelapa yang dideres bahkan lebih. Kiman setiap hari selalu bangun pagi sekali, itu dilakukan supaya nderesnya tidak kesiangan dan bisa istirahat dan mencari kayu bakar, sedangkan sang istri yang memasak hasil deresan tersebut. Itu dilakukannya dengan senang, setiap hari dia hanya nderes dan mencari kayu bakar, untuk memasak hasil deresan supaya menjadi gula merah, dan hasil deresannya bisa untuk kebutuhan sekolah anaknya dan kehidupan sehari-hari.

Dengan kerja keras yang dilakukan akhirnya anak-anaknya bisa sekolah kejenjang yang lebih tinggi, bahkan satu dari anaknya bisa menyelesaikan SMA dan sekarang bekeja disebuah bengkel motor selain itu dia juga menjadi pengurus disebuah organisasi kemasyarakatan di desanya. Tidak sia-sia usaha kiman menyekolahkan anaknya hingga kejenjang SMA, senang hati kiman melihat anak-anaknya menjadi  orang yang bisa bersosialisasi dengan masyarakat dan dianggap di masyarakat dan diorangkan. Sekarang kiman  tidak lagi diejek dan dijadikan bahan tertawaan teman dan tetangga, karena sekarang Kiman tidak ragu dan minder bergaul dengan teman dan tetangga. Itu semua karena Kiman belajar bagaimana cara bergaul pada anaknya.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( Komentar Dinonaktifkan pada Kerja keras Kiman, merubah perlakuan masyarakat )

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...