Belajar bikin skenario film Anak-anak

Posted on September 13, 2008. Filed under: Uncategorized |

Ternyata bikin skenario film tidak semudah yang saya bayangkan, hampir 3 kali saya membuat alur cerita untuk sebuah film kegiatan anak-anak selalu gagal.

Skenario film Anak Sekolah Komunitas

#  Tempat

Yang di shot:

  • Rumah/ Perpus dari depan dan halaman perpus.

# Anak-anak datang keperpus   —–> 5 Anak/ lebih.

Yang di shot:

  • Anak naik sepeda
  • Anak parkir
  • Anak masuk keperpus

# Anak-anak di perpus    ——> 5 Anak/ lebih tadi.

Yang di shot:

  • Anak memilih buku dan ada yang bermain
  • Anak membaca  buku di ruang perpus
  • Situasi/ Isi perpus
  1. Buku-buku
  2. Karya Anak-anak
  3. Jadwal kegiatan
  4. Kotak amal
  5. Peta
  6. Dll

# Ada Anak yang datang lagi ke perpus    ——-> 2 Anak

Yang di shot:

  • Ada suara salam……..
  • 2 Anak yang baru datang didepan pintu perpus sambil membawa buku (Buku yang baru dipinjam akan dikembalikan)
  • Anak mengembalikan ke penjaga perpus
  • Penjaga perpus mencatat (Bukti pengembalian)
  • Sebelum di serahkan, Si anak yang baru datang bercerita sepenggal isi buku yang baru dibacanya
  • Ada Anak tertarik dengan cerita si anak itu. Ada 2 anak yang berniat meminjam buku yang baru diceritakan si anak tadi, lalu kedua anak tersebut berebut saling dulu
  • Penjaga perpus mereda 2 anak yang bertengkar tadi, supaya gantian saja dan salah satu untuk mengalah
  • 2 Anak yang baru datang tadi memilih-milih buku, namun kedua anak tersebut tidak menemukan buku yang lebih baru. Semua buku yang tersedia di perpus sudah pernah dipinjam (dibaca dirumah)
  • Anak yang baru datang tadi mengusulkan ke penjaga perpus untuk menambah buku di perpusnya
  • Si penjaga perpus bingung karena belum bisa melengkapi perpus (menambah buku)
  • Ke 7 anak yang ada di perpus berdiskusi mencari cara untuk bisa menambah buku, dan akhirnya mereka sepakat akan membentuk sebuah koperasi perpus

# Hari semakin sore        ——–> 7 Anak

Yang di shot:

  • Salah satu anak ada yang teringat dengan tugas piket “nyirami tanaman”
  • Jam dinding  —-> jam menunjukan pukul 4 sore
  • Anak-anak melihat jadwal piket
  • Jadwal piket
  • Dari ke 7 anak tadi kebetulan ada yang kena piket
  • Karena teman piketnya belum pada datang, teman-teman yang ada di perpus berniat membantu si teman yang kena piket tersebut
  • Anak-anak keluar menuju tanaman

# Nyiram tanaman.

Yang di shot:

  • Anak mencari ember dan gayung   ——-> 4 Anak
  • Anak menuju ke tanaman   ——-> 3 Anak
  • Anak menemukan ember dan gayung —-2 ember dan 1 gayung
  • Anak nimba di sumur   —–> 4 Anak
  • Ember penuh
  • Anak gotongan ember menuju ketanaman
  • Anak mulai menyiram

# Anak yang piket pada hari itu datang    ——-> 3 Anak

Yang di shot:

  • Anak baru datang naik sepeda   ——–> 3 Anak
  • Anak parkir       ———> 3 Anak
  • Anak menuju tanaman lalu nyirami tanaman
  • Anak yang baru datang tadi mengambil air di sumur    ——> 2 Anak
    1. Anak nimba
    2. Anak gotongan ember menuju ke tanaman
  • Anak nyirami tanaman kembali
  • Anak mengembalikan ember

# Kembali keperpus

Yang di shot:

  • Anak menuju keperpus     ——> 4 Anak
  • Disusul anak masuk keperpus    ——> 3 Anak
  • Anak mengambil buku yang tadi sudah dipilih untuk dipinjam
  • Penjaga perpus mencatat peminjaman buku
  • Ada 3 anak yang berada di atas sepeda sedang nunggu teman yang sedang meminjam buku

# Anak-anak pulang   ————> 10 Anak

Yang di shot:

  • Anak keluar dari perpus
  • Anak di tempat parkir
  • Anak naik sepeda dan langsung pulang

4 Tanggapan to “Belajar bikin skenario film Anak-anak”

RSS Feed for Jladri Garden Comments RSS Feed

tetap semangat pak..salam kenal

Gini yaa cara nulis skenario…..Aku pernah ikut lomba nulis skenario tapi ampe skarang gak ada kabar baritanya….temanya udah lupa krna udah lama bgt….

waduh mba Rita………….ini cuma ngarang aja, aku juga belum tau. Sebenarnya bikin skenario itu seperti apa sih? bagaimana?

Wah, koment saya nggak terlambat kan, Pak?

Bikin skenario film anak yg keliatannya mudah, ternyata susah ya, Pak? Lalu, gimana kalo bikin skenario film orang dewasa? Mungkinkah tambah susah? Atau mungkin sebaliknya?

O ya, kalo novel jelekku (yang kuposting di blog) dibikin skenario, kira-kira akan susah nggak, ya? Trus, masuk kriteria untuk difilmkan nggak, ya?

Mohon balasannya, Pak.

Terima kasih


Komentar ditutup.

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: