Beli aja susah apalagi minta..!

Posted on Desember 3, 2008. Filed under: EKONOMI, jladri, Ngobrol, Pengakuan, Politik |

Musim hujan telah tiba, sawah-sawah mulai terendam dan air sampai membludak tidak bisa tertampung. Memang tidak mudah sebagai penggarap sawah didaerah tanah tadah hujan, ketika musim hujan tiba air sampai berlebihan, tapi ketika sedikit saja menginjak musim kemarau, jangan ditanya deh…

sawah-petani-pupuk-bajak


Petani kini disibukan dengan pekerjaan sawahnya, ada yang sudah mulai menanam, membajak, dan ada juga yang belum apa-apa, masih membiarkan sawahnya menunggu giliran tukang bajak. Bagi pengusaha trktor (bajak) saat ini adalah saat yang paling menguntungkan, banjir rejeki dan pekerjaan, sampai bingung yang mana dulu yang akan dikerjakan. Tapi apa seindah yang saya bayangkan “kebanjiran job kerja dan ketimbun recehan”, mungkin itu hanya pikiranku saja, yang tidak tau apa sebenarnya.

Ketika sawah mulai digarap, petani kini mulai memikirkan hal lain, seperti persediaan bibit dan pupuk tentunya. Biasanya petani sudah jauh hari menyemai bibit padi, dan ketika sawah sudah siap ditanami, barulah bibit padi ditanamkan disawahnya. Dalam proses ini mungkin belum terlalu membebani pikiran petani, namun, ketika mulai pemupukan sekarang ini petani harus terbebani pikiran yang sangat berat, dan mungkin harus merelakan waktunya lebih ekstra untuk mendapatkan pupuk untuk tanamannya.

Seperti yang dialami pak Sisul misalnya. Dia harus selalu mencari informasi kapan pupuk “subsidi” akan datang, dan berapa jatah yang bisa dibeli, sedangkan pak Sisul memerluakan pupuk yang lumayan banyak untuk sawahnya, yang memang sawahnya lumayan luas. Setiap seminggu sekali Sisul selalu mengunggu pupuk “subsidi” tiba ditempat yang sudah ditentukan “kelompok tani”, dan dia harus selalu mengunggu dan ngantri, sudah begitu belinya juga dijatah. Jadi, Sisul harus setiap minggu harus ngantri, kalau tidak sawahnya tidak terpupuki semua dong!!. “Dengan pemberian pupuk yang tidak bersamaan, bagaimana hasil padi saya nanti?” keluh dalam batin pak SIsul.

Selain itu, ada juga orang yang mengeluh karena tidak boleh beli pupuk didaerah lain, padahal sudah jelas-jelas orang itu adalah petani tulen, tapi kenapa beli pupuk saja dipersusah? “Saya itu mau beli, bukannya minta. Lah wong beli aja tidak boleh apa lagi minta.” gumam si petani.

Ya, seperti itulah sekarang. Dimana petani dipermainkan. Jika memang peraturannya seperti itu “tidak boleh beli pupuk bersubsidi di lain daerah”, bagaimana dengan nasib si petani tadi, yang tidak boleh membeli pupuk di daerah lain, sedangkan beli didaerahnya selalu tidak kebagian. Sedangkan dia memang benar-benar membutuhkan sekali pupuk tersebut. Apakah dia harus menunggu tanamannya melewati masa pemupukan? atau bagaimana?

Kenapa petani sekarang terlalu terbebani dengan adanya kelangkaan pupuk bersubsidi?

Iklan

2 Tanggapan to “Beli aja susah apalagi minta..!”

RSS Feed for Jladri Garden Comments RSS Feed

kasihan pak sisul… ck ck…

Kami mengundang Anda warga Kebumen untuk bergabung di Komunitas Blogger Kebumen. Silakan klik DISINI untuk bergabung.
Tell to the other, thanks…
Salam Blogger Kebumen.


Komentar ditutup.

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: