Gejala Cikungunya menyerang Jladri

Posted on Januari 10, 2009. Filed under: Cerita, jladri, Keluarga |

Jum’at 9 Januari 2009, ketika saya pulang ke desa Jladri dari Kebumen. Sudah menjadi kebiasaan, ketika dirumah terasa bebas tanpa ada beban pikiran yang mengganggu, dan dunia bagai milik sendiri. Mendengarkan musik salah satu kebiasaan yang tak terlewatkan, disamping ngumpul-ngumpul dan bergadang bareng teman.

Tanpa disadari, ketika tape rekorder mulai beraksi dengan dua buah speaker 12 ” merek ternama, menggema hingga pelosok genderang telinga. Saya terkejut, bukan karena suara speaker yang pecah, melainkan ketika tetangga sebelah berteriak, dan rupanya teriakan tersebut bertuju padaku. “aja seru-seru!!!……. (jangan keras-keras!!!…..)” suara seorang ibu dari balik rumah yang sengaja menghampiriku.

Saya merasa ada sesuatu yang tidak dimengerti, sesuatu yang memang tidak saya mengerti dari biasanya. “Nangpa sih Yu!” saya mencoba bertanya karena ketidak mengertianku. Memang, ibu tersebut baru kali ini merasa tidak nyaman dengan apa yang saya lakukan, berbeda dengan sebelumnya, yang selalu cuek dan tak pernah komentar dengan apa yang saya buat selama ini.

“Aja seru-seru gole nyetel tip, anakku agi mriyang (jangan keras-keras volume tapenya, anak saya lagi sakit)” si ibu mengulang dan sedikit memberi jawaban ketidak mengertianku. “sapa sih sing mriyang? (siapa sih yang sakit?)” saya kembali bertanya. si ibu menjelaskan, bahwa anak bungsunya sedang sakit, dan sepertinya sakit anaknya bukan sakit biasa.

Niat sekedar menikmati sedikit kebebasan dan penguasaan pun terurungkan, tidak hanya mengurangi volume tape tapi sekalian menghentikan semua niat bermusik ria. Mendengar penjelasan si ibu tadi, sore harinya saya menyempatkan main kerumahnya, itung-itung main dan sedikit basa-basi njenguk anaknya, walau pun datang dengan tangan kosong.

Ketika saya melihat, dan mendengar cerita tetangga sebelahnya lagi. Katanya anak si ibu tadi terserang virus cikungunya, apakah benar? Lebih jelas lagi dan membuat saya percaya bahwa si anak ibu tersebut terserang virus cikungunya, ketika teman saya yang memang sedang menimba ilmu keperawatan sedikit menceritakan yang diderita si anak tersebut. Dari gejala-gejalanya, baik yang terlihat dengan kasat mata, bahkan dari penjelasan si anak yang sakit. Dan penjelasannya pun memang seperti gejala serangan virus cikungunya. Awalnya hanya demam biasa, dan si ibu pun tidak begitu memusingkan, karena dianggapnya hanya panas biasa. Tapi, setelah beberapa hari, si anak merasa kesakitan disekujur persendian, dan diikuti tidak bisa bergerak.

Teman saya menyarankan untuk membawa si anak tersebut kerumah sakit untuk mendapat perawatan dan segera ditangani, dengan perasaan yang tidak karuan si ibu langsung membawa anaknya kerumahsakit terdekat. Disamping itu, temanku juga menerangkan adanya virus cikungunya, virus tersebut yang ditularkan oleh hewan serangga berupa nyamuk. Konon, menurut cerita yang membawa virus cikungunya juga termasuk nyamuk yang menyebabkan demam berdarah (DBD) kalau tidak salah namanya nyamuk Aedes aegypti.

Yang mungkin perkembangan hewan tersebut juga sama, dan mungkin juga karena kondisi disekitar rumah yang kurang bersih, sehingga nyamuk dan seranga lainya pun senang berada ditempat seperti itu.

Semoga virus tersebut tidak menyebar luas, dan kami berharap semoga lembaga terkait segera menyelesaikan permasalahan yang sedang melanda di desa saya. Amin…

3 Tanggapan to “Gejala Cikungunya menyerang Jladri”

RSS Feed for Jladri Garden Comments RSS Feed

saya juga baru dengar kabar dari kampung mas.. kaget saya..
ternyata gejala ini awalnya muncul dari kampung saya desa argosari kec ayah. ayah saya juga kena. ternyata penyakit ini sudah agak lama menyerang desa saya.

semoga penyakit itu cepat diatasi..

Tempat saya sekarang sedang mewabah cikungunyah.

Di daerah saya sekarang sedang mewabah cikungunyah.
Saya tinggal di desa Prapag lor,kec Pituruh,kab Purworejo.


Komentar ditutup.

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: