Cerita

Info terbaru Kebumen

Posted on Januari 29, 2012. Filed under: BELAJAR, Bisnis, Cerita, jladri, Keluarga, Pengalaman |

Halo bro, sis, kang, mbakyu, pakde, bude, sa piturute…………….

Ada kabar baru nih dari Kebumen, khususnya terkait tentang dunia blog, alias Go Blog, ha ha ha ha ha ha ha ……..

Kini, Dariman kembali lagi untuk belajar nge-blog, ya….. seperti dulu, belajar bagaimana menuangkan ekspresi kedalam blog, baik tulisan atau dengan gambar-gambar.

Sekarang menampilkan blog yang berbeda, kalau dulu seputar gula jawa, lingkungan, dan sebagainya. Dan itu juga lebih banyak disajikan dalam bentuk tulisan-tulisan, kali ini Dariman akan lebih banyak menyajikan dengan bentuk gambar-gambar.

Walaupun isinya tentang bagaimana cara membuat gula, nanti akan disajikan dengan gambar-gambar, agar proses-prosesnya lebih mudah dipahami. Begitu pun dengan informasi-informasi lainnya, salah satu blog adalah http://landscapenow.blogspot.com/

dan yang satunya lagi blog yang lebih spesifik, yaitu blog hitam putih, semua gambar yang akan dipublikasikan di blog ini http://photoblackwhite.blogspot.com/ gambar-gambar hitam putih

Mungkin suatu saat nanti, juga ada blog-blog lain, dan kali ini Dariman akan lebih spesifik dalam membuat blog. Ya, silahkan mampir diblog barunya ya…….

Iklan
Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 1 so far )

www.tajibfoundation.com

Posted on Juni 16, 2009. Filed under: Cerita, Curhat, jladri, Keluarga, Ngobrol |

Blog TF sudah gak hidup – silahkan akses NgapakNEWS.com, karena situs ini juga membawa semangat TF

Beberapa waktu lalu “kalau ndak salah sekitar dua bulan yang lalu” saya telah membangun gubuk baru (http://dariman.info). Gubuk tersebut adalah gubuk pribadi, yang conten-nya juga keluarga pribadi. Dalam perjalanannya, ternyata gubuk tersebut jarang dihuni. Tak luput dari seminggu sekali. Walau demikian, saya sangat berharap gubuk tersebut bisa menjadi tempat berteduh dan berlindung, Ketika hujan badai dan teriknya matahari menerpa bumi.

Saat ini, saya diajak seorang sahabat. Dia adalah orang yang sangat berjasa dalam kehidupanku. Kang Tajib, sebutan akrabnya.

Saya diajak untuk ikut conten dalam sebuah padepokan, padepokan tersebut bernama Tajib Foundation (TF). Sebuah impian dan cita-cita yang sangat luhur dan mulia, beliau mendirikan padepokan tersebut. Maksud dan tujuan dari berdirinya padepokan tersebut bisa dilihat di sini ( yang berkenan silahkan mampir dan klik disini ).

Dengan berdirinya padepokan tersebut, maka saya pun harus lebih bisa mengatur dan meluangkan waktu, sehingga saya bisa membagi dengan adil untuk menengok gubuk, rumah, dan padepokan-padepokan yang lain.

Mungkin hanya itu dulu yang bisa saya sampaikan, melalui rumah yang sudah tidak terurus ini. Salam……….

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 7 so far )

Rumah baru

Posted on April 15, 2009. Filed under: Cerita, jladri, Keluarga, Ngobrol |

Alhamdulillah………akhirnya saya bisa kembali nengok rumah lama ini, setelah saya pergi merantau kesana kemari. Rumah ini adalah kenangan yang begitu tak bisa saya lupakan karena dimana saya pertama kali masuk dalam dunia ini. Dirumah inilah saya pertamakali berhuni, dan disinlah saya banyak menemukan lika liku kehidupan dunia maya.

Oke teman-teman, disini saya bermaksud untuk memberitahukan bahwa saya sudah jarang sekali tinggal dirumah ini karena beberapa waktu lalu saya sudah membangun sebuah rumah yang sangat sederhana, dan saat ini saya sering tinggal di rumah yang beralamatkan di sini (http://dariman.info). Jadi, jika rumah ini jarang ada penghuninya saya mohon maaf, dan diharapkan semoga teman-teman semua berkenan mampir dirumah yang baru.

Mungkin hanya itu dulu yang bisa saya sampaikan, karena saya harus segera merapikan dan membereskan puing-puing yang masih berantakan dirumah yang beralamatkan seperti diatas tadi. Terimakasih.

salam

Dariman

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 1 so far )

Manfaat media “Dunia maya”

Posted on Januari 17, 2009. Filed under: BELAJAR, Cerita, Pengalaman |

Sudah berhari-hari aku mencari informasi teman-teman yang dulu pernah belajar bareng, belajar foto essay di rumah joglo Syarikat. Ada Den mas bagus Seno Aji, Ipex, Indra, Deva, Budi, Ubbath, Den ayu Pipit, Ika, Roro, Okah, dan teh Suhar, dan yang jelas masih banyak teman-teman lain yang aku tidak bisa menyebutkan satu persatu. Berharap bisa menyambung tali silaturahmi dan shering pengalaman, yang jelas aku sangat membutuhkan orang-orang tersebut sebagai tempat berkonsultasi, tentunya konsultasi dibidangnya masing-masing.

kenangan-di-jogja1
(lebih…)

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 3 so far )

Menerima Pesanan Sate

Posted on Januari 11, 2009. Filed under: Bisnis, Cerita, jladri |

sate-ayam-kambing-bebek-cabang-jladri1

YAMBINGBEK. Awalnya saya bingung dengan tulisan tersebut, tapi, setelah si perancang dan sekaligus pemilik tulisan tersebut sedikit menerangkan, rasa kebingungan dan penasaran pun terjawab. Yam, yang berarti Ayam. Bing, yang diartikan Kambing, dan Bek adalah penggalan kalimat dari kata Bebek.

Pemilik dan sekaligus pengelola warung sate YAMBINGBEK tersebut adalah Agus Rianto, namun karena teman, rekan, sahabat, dan masyarakat setempat sering memanggil Toglek, jadi warung tersebut diberi nama SATE YAMBINGBEK Om TOGLEK. Sedang tulisan Cabang Pertelon Jladri, itu adalah keberadaan beliau mangkal. Pas di tikungan pertigaan Jladri.

Sekitar pukul 16.30 WIB, Om Toglek mulai menyiapkan perlengkapan dan mendirikan tendanya, itu berarti sate yambingbek siap untuk dipesan, dan setiap hari beliau harus bongkar pasang warung.

Sate YamBingBek Om Toglek bukan nama warung sate yang asing lagi didengar, nama tersebut sudah menyebar dikalangan masyarakat setempat, dan tidak sekedar itu, nama tersebut juga sudah meramba hingga kebeberapa daerah. Menerima pesanan adalah hal yang biasa, Om Toglek biasa diboking untu pesanan hajatan, sukuran, pesta, dan lainnya.

sate-ayam-kambing-bebek-cabang-jladri-2

Tidak mengherankan jika sate racikan Om Toglek menjadi idola, disamping rasanya yang ma’nyus, kualitas bahan pun diperhitungkan sedemikian rupa.

sate-ayam-kambing-bebek-cabang-jladri-1

Saat ini Om Toglek baru membuka warung di Pertelon Jladri, untuk memenuhi permintaan dan kebutuhan konsumen yang jaraknya memang lumayan jauh, Om Toglek berencana akan membuka cabang di daerah pesisir pantai Pasir. Jadi, bagi pelanggan yang berada disebelah barat sana tidak perlu khawatir, jika tiap hendak beli sate selalu tidak kebagian. Tunggu saja tanggal peresmian warungnya, dan buat Om Toglek jangan lupa undang saya :D.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 26 so far )

Gejala Cikungunya menyerang Jladri

Posted on Januari 10, 2009. Filed under: Cerita, jladri, Keluarga |

Jum’at 9 Januari 2009, ketika saya pulang ke desa Jladri dari Kebumen. Sudah menjadi kebiasaan, ketika dirumah terasa bebas tanpa ada beban pikiran yang mengganggu, dan dunia bagai milik sendiri. Mendengarkan musik salah satu kebiasaan yang tak terlewatkan, disamping ngumpul-ngumpul dan bergadang bareng teman.

Tanpa disadari, ketika tape rekorder mulai beraksi dengan dua buah speaker 12 ” merek ternama, menggema hingga pelosok genderang telinga. Saya terkejut, bukan karena suara speaker yang pecah, melainkan ketika tetangga sebelah berteriak, (lebih…)

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 3 so far )

Ngamen bukan berarti Uang

Posted on Desember 20, 2008. Filed under: BELAJAR, Cerita, Ngobrol |

anak

Sore itu ketika matahari sedikit bergeser kearah barat, beberapa anak mencoba menghibur saya didepan rumah dengan melantunkan sebuah lagu yang saya tidak tau entah lagu apa itu (ngamen). Saya amati betul, kira-kira lagu apa yang dia nyanyikan, sepertinya dia menyanyikan lagu kesukaannya (lagu yang sedang naik daun di TV). (lebih…)

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 8 so far )

Tower Sebagai petunjuk

Posted on November 20, 2008. Filed under: Cerita, jladri |

Ketika hari libur kantor tiba, seorang teman mengajakku pulang kerumah, dia ingin silaturahmi dengan kelaurga dan keberadaan rumahku. M. Kharis namanya, anak Jatimalang, Kab. Kebumen.

Sebelum sampai rumah, saya mengajak Kharis mampir kebeberapa tempat yang menurut saya enak untuk menghilangkan rasa lelah (fresh). Seperti di Pantai soewoek, sebuah tempat wisata yang baru-baru ini berkembang lumayan maju, sekitar pukul 05.20 WIB saya sudah berada di tempat tersebut.

sanlet

Sekitar 1,5 jam ditempat tersebut, setelah itu saya mengajak Kharis naik ke atas bukit dimana tempat biasa saya melihat pemandangan luas sekitar desa saya. “Wah…cantik banget pemandangannya” Kharis memuji. “Ya, seperti inilah. “Disinilah biasa saya membuang rasa suntuk” jelas ku.

tower

“Itu, dibawah tower yang tinggi itu rumahku berada, ris” saya berusaha menunjukan lokasi rumah pada Kharis. “Sebenarnya mudah mencari rumahku, patokannya tower itu” tambahku.

Beberapa saat dan sesekali saya dan Kharis mengambil gambar pemandangan, “memang cantik sih” dalam batinku memuji. Hari semakin siang, sekitar pukul 08.10 WIB kami pun melanjutkan perjalanan menuju rumah.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 1 so far )

Kerja keras Kiman, merubah perlakuan masyarakat

Posted on Juli 7, 2008. Filed under: Cerita |

Kiman adalah warga Pecaron yang terbelakang, keberadaannya yang jauh dari keramaian Desa. Hanya alam yang dekat dan bersahabat dengannya, karena keterbatasan kemampuan bergaul (kuper) dengan teman dan tetangga, tak jarang diapun selalu jadi bahan ejekan teman-temannya. Oleh karena itu Kiman jarang kumpul dan bergaul dengan teman, dia merasa dianak tirikan dan selalu jadi bahan tertawaan temannya.

Keluarga Kiman keluarga sejahtera, dalam kehidupan sehari-hari keluarga tersebut tak pernah terdengar keributan ataupun percekcokan. Dalam satu rumah kiman hidup bersama istri dan tiga anaknya, tanpa tetangga di kanan kiri rumah. Dia hidup dalam pelukan alam yang menghidupinya.

Merasa tidak mampu dirinya bergaul dengan masyarakat dia tidak ingin anak-anaknya diperlakukan temannya seperti dirinya diperlakukan teman dan tetangga, dengan demikian dia bercita-cita ingin menyekolahkan anak-anaknya kejenjang yang lebih tinggi, supaya anaknya punya kemampuan bermasyarakat dan bermartabat.

Besar cita-cita untuk menyekolahkan anak-anaknya Kiman harus bekerja keras membanbting tulang mencari biaya sekolah juga kebutuhan hidup, hanya seorang penderes “pembuat gula merah” Kiman mempu memenuhi kebutuhan hidup yang diperlukan. Kiman berbeda dengan penderes lainnya, yang biasanya nderes 10 sampai 30 pohon kelapa, Kiman sampai 50 bahkan 65 pohon kelapa yang dideres bahkan lebih. Kiman setiap hari selalu bangun pagi sekali, itu dilakukan supaya nderesnya tidak kesiangan dan bisa istirahat dan mencari kayu bakar, sedangkan sang istri yang memasak hasil deresan tersebut. Itu dilakukannya dengan senang, setiap hari dia hanya nderes dan mencari kayu bakar, untuk memasak hasil deresan supaya menjadi gula merah, dan hasil deresannya bisa untuk kebutuhan sekolah anaknya dan kehidupan sehari-hari.

Dengan kerja keras yang dilakukan akhirnya anak-anaknya bisa sekolah kejenjang yang lebih tinggi, bahkan satu dari anaknya bisa menyelesaikan SMA dan sekarang bekeja disebuah bengkel motor selain itu dia juga menjadi pengurus disebuah organisasi kemasyarakatan di desanya. Tidak sia-sia usaha kiman menyekolahkan anaknya hingga kejenjang SMA, senang hati kiman melihat anak-anaknya menjadi  orang yang bisa bersosialisasi dengan masyarakat dan dianggap di masyarakat dan diorangkan. Sekarang kiman  tidak lagi diejek dan dijadikan bahan tertawaan teman dan tetangga, karena sekarang Kiman tidak ragu dan minder bergaul dengan teman dan tetangga. Itu semua karena Kiman belajar bagaimana cara bergaul pada anaknya.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( Komentar Dinonaktifkan pada Kerja keras Kiman, merubah perlakuan masyarakat )

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...