Pengakuan

Beli aja susah apalagi minta..!

Posted on Desember 3, 2008. Filed under: EKONOMI, jladri, Ngobrol, Pengakuan, Politik |

Musim hujan telah tiba, sawah-sawah mulai terendam dan air sampai membludak tidak bisa tertampung. Memang tidak mudah sebagai penggarap sawah didaerah tanah tadah hujan, ketika musim hujan tiba air sampai berlebihan, tapi ketika sedikit saja menginjak musim kemarau, jangan ditanya deh…

sawah-petani-pupuk-bajak

(lebih…)

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 2 so far )

Apa benar slip biru (surat tilang) di Kebumen sudah dibekukan?

Posted on Agustus 23, 2008. Filed under: Pengakuan, Pengalaman |

Hallo Dunia…….

Maaf nih lama banget blog ini tidak keurus, tapi jangan khawatir. Ada sedikit cerita nih buat temen-temen setelah sekian lama tidak nongol.  Karena cerita inilah salah satunya yang menjadikan saya tidak nongol-nongol di dunia maya ini.     ***********

Beberapa hari yang lalu tepatnya sabtu 19 juli 2008, dalam perjalanan pulang dari rumah teman tiba-tiba saya dihentikan oleh seorang polisi yang memakai sepeda motor tril berwarna hitam putih khas polisi. Ya, motor tril saya menyebutnya. Tepat di depan Depot isi ulang Arya Thirta Jl.HM.Sarbini saya dihentikan, saya pun kaget ketika polisi tersebut menghentikan motornya pas didepanku. Tanpa basa-basi setelah memberi salam polisi tersebut menanyakan surat-surat motor saya, dengan senang hati saya pun memberikan STNK. Hanya menunjukan STNK tidak cukup rupanya, dan polisi tersebut memintaku menunjukan SIM. Saya bilang terusterang pada polisi tersebut, kalu SIM saya telah hilang setahun yang lalu, akhirnya polisi tersebut memintaku datang ke Pos jaga di pertigaan dari arah selatan pasar kebumen”Saya tidak tau persis nama pos tersebut, yang jelas saya diminta mengikuti polisi tersebut ke pos”.

Sesampainya di pos, polisi yang mengejar saya menyerahkan STNK motorku kepolisi yang berada di pos tersebut, mungkin itu atasannya atau apanya aku tidak begitu paham, yang jelas polisi itu sudah punya pangkat BRIPTU/83030725 dari kesatuan Res Kbm. Tanpa panjang lebar karena saya merasa bersalah, saya langsung bilang “Tilang aja pak”, polisi yang berpangkat tersebut pun bilang pada polisi yang mengejar saya. Kedua polisi tersebut saling menunjuk atas nama penilangan, akhirnya yang punya pangkat itulah yang menilang saya.

Sebelum saya menandatangani surat penilangan, saya menanyakan slip yang berwarna biru. Namun, si polisi dengan enaknya bilang “Saya malah tidak tau masalah slip biru”. Kaget, ketika saya mendengar hal tersebut, “bisa ya, polisi kebumen tidak tau yang namanya slip biru, padahal saya lihat dalam lembaran buku tilang ada yang berwarna merah, biru, hijau, dan lainnya. Tapi kenapa ketika saya meminta slip yang warna biru polisi itu menjawab demikian, apa hanya pura-pura atau memang benar-benar tidak tau?” heran dalam batin. Apa benar, padahal belum lama ini saya baru membaca email kiriman dar teman yang mengalami hal yang sama (kena tilang) dan dia bercerita masalah slip biru dan slip merah. Malah saya jadi seolah-olah menggurui itu polisi ketika saya menerangkan masalah slip biru, gimana ini? Oke…..saya tidak dapat slip biru tidak apa, toh sidang di Pengadilan Negeri juga sama aja, cuma bedanya hanya dalam proses.

Setelah ditulis lengkap dalam slip tilang yang berwarna merah, saya masih menanyakan lagi, yang saya tanyakan sekarang adalah jaminan/barang yang disita penilangan. Lagi-lagi saya harus menerangkan pada polisi tersebut, karena polisi tersebut akan menyita sepeda motorku. Saya tidak mau jika motorku sebagai jaminan penilangan, yang saya tau namanya jaminan dalam tilang ada 3 macam. 1) SIM. SIM bisa jadi jaminan, jika si pelanggar menghendaki jaminannya SIM dan tidak bisa menunjukan STNK. 2) STNK. Jika pelanggar tidak bisa menunjukan SIM, maka STNK bisa untuk jaminan. 3) Sepeda Motor. Yang terakhir ini bisa dilakukan jika pelanggar tidak bisa menunjukan SIM dan STNK, karena hal ini bisa dikatagorikan dalam hal curanmor. Dan satu hal lagi, jika pelanggar memberikan SIM dan STNK pada polisi, maka mintalah salah satu dari itu, jangan keduanya dijadikan jaminan.

Cukup lama saya berada di pos tersebut, hingga saya sempat melihat ada seorang pemuda yang baru kena tilang dan datang ke pos tersebut memberikan sejumlah uang pada polisi itu, mungkin itu sebagai jalan damai. Apa itu yang diharapkan kedua polisi itu dariku? Hingga dia bertele-tele memberikan surat tilang padaku, padahal saya sudah menandatangani surat tilang tersebut. Selang beberapa menit setelah pemuda tadi pergi, barulah surat tilang tersebut deberikan. Setelah saya menerima surat tilang tersebut saya menanyakan tanggal sidang, dengan nada ketus polisi tersebut menyuruhku melihat tanggal yang tertera dalam kertas yang berwarna merah yang saya pegang.

Setelah menunggu berhari-hari, tibalah tanggal yang titentukan (7 agustus 2008) untuk menghadiri sidang di Pengadilan Negeri. Pagi-pagi sekali saya mendatangi Pengadilan Negeri Kebumen, sesampainya di PN saya harus menunggu pendaftaran sidang dibuka. Hampir 1 jam saya menunggu di depan ruang pendaftaran. Tapi, setelah dibuka dan saya menyerahkan surat tilang kepetugas pendaftaran, jaminan (STNK) belum diantarkan ke PN tersebut, petugas pengadilan menyarankan saya untuk menanyakan ke kantor polisi dimana polisi yang menilang saya bertugas.

Selang beberapa menit saya sampai kantor dimana polisi yang menilang saya bertugas, kebetulan jarak dari PN tidak terlalu jauh. Ditempat pembuatan SIM saya masuk kantor kebagian berkas penilangan, disitulah saya menanyakan keberadaan STNK sepeda motorku. Saya tidak begitu hapal nama polisi tersebut, yang aku tau dia menangani berkas-berkas tilang.

Di ruangannya saya menanyakan polisi yang menilangku, polisi itu memberitahu bahwa polisi yang menilangku telah pindah tugas. “Mas, dia (polisi yang menilangku) sudah tidak bertugas disini. Sekarang dia tugas di Prembun.” kata polisi bagian tilang. “Mas, ga usah dicari kesana nanti susah nyarinya, biar tak perpanjang lagi aja ya sidangnya. Nanti tak mintakan STNK mas kesana.” tambahnya. Saya pun menyetujuinya, daripada repot-repot mencari ke Prembun, lebih baik nunggu 1 minggu lagi.

Dikantor tersebut saya juga menanyakan lagi masalah slip biru, polisi tersebut malah menerangkan bahwa program slip biru sudah dibekukan. Dengan alasan susah mengambil uang tilang yang disetorkan si pelanggar ke Bank yang ditunjuk, dia menerangkan pihak bank tidak memberikan uangnya selain nama yang menyetorkan. Malah tambah bingung saya, bagaiman sistem kerjasamanya dengan pihak bank. Apa yang mengambil uang tilang tersebut polisi apa siapa? Bukannya uang tersebut masuk kekas Negara, apa bagaimana? Terus bagaimana dengan sistem tersebut, apa memang benar program slip biru sudah dibekukan? atau polisi tersebut hanya menutupi temannya aja? Entahlah……..yang jelas seperti itu keterangannya.

Setelah diperpanjang 1 minggu dalam surat tilang, sesuai tanggal yang ditetapkan saya pun mendatangi PN Kebumen. Ada-ada aja di PN Kebumen, kenapa saya harus berhadapan dengan orang yang seolah akan membantu saya (calo), dilihat dari seragam yang dikenakan dia sepertinya pegawai PN Kebumen. Untungnya saya tidak menerima tawarannya, saya pun langsung menuju tempat pendafran sidang. Hampir dua jam saya menunggu sidang, yang menurut jadwal sidang adalah pukul 09.00 WIB saya harus menunggu sampai pukul 10.00 WIB lebih.

Setelah lama menunggu akhirnya saya dipanggil juga menghadap ketua sidang, sidang pun dimuai. Baru kali ini saya mengikuti sidang di PN Kebumen. Tidak terlalu sulit dan rumit, ketua sidang hanya mengecek identitas dan kesalahan yang telah dilakukan terdakwa. Setelah itu baru dijatuhkanlah denda yang harus dibayar terdakwa kepengadilan, jika terdakwa merasa masih keberatan atas denda tersebut, terdakwa boleh minta keringanan pada ketua sidang. Jika sudah ada kesepakatan, barulan palu hakim diketuk dan tinggal membayar denda dibagian administrasi.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 2 so far )

BBM naik,hasil produksi tidak naik

Posted on Juni 1, 2008. Filed under: Pengakuan |

Kebanyakan masyarakat beranggapan bahwa BBM naik harga-harga yang lain ikut naik, tapi kenyataannya tidak seperti yang di bayangkan. Sebagai contoh yang terjadi di daerah Jladri. Setelah harga BBM naik dengan harapan harga gula merahpun ikut naik, namun sampai sekarang harga gula merah di daerah jladri masih tetap murah. Disamping harga gula merah, harga-harga penghasilan petani yang lain juga tetap murah. Hal ini menimbulkan beberapa pertanyaan dalam benak hati Kenapa harga hasil pertanian masih saja murah?. Kenapa barang-barang hasil pabrik justru naik?. Jika dilihat keduanya sama-sama hasil produksi, tapi kenapa perlakuannya berbeda. Inilah yang terjadi dimasyarakat, apakah petani akan terus menerus menerima perlakuan seperti ni?.

Disamping harga dari hasil pertanian, kebutuhan pertanian juga kurang di perhatikan. Ini dilihat dari sulitnya petani mendapatkan pupuk, walau petani mendapatkan itupun terbatas, padahal pupuk yang di dapatkan belum memenuhi kebutuhan tanamannya. Seperti yang dialami pak Sisul, beliau harus menunggu pupuk yang sudah di pesan beberapa minggu sebelumnya. Hingga masa pemupukan lewat, pupuk belum juga di antar, padahal sudah di kasih panjer sekalipun. Setelah pak Sisul menanyakan pesanan pada pedagang pupuk tersebut, si pedagang menjawab “pupuk sekarang langka kang, susah nyarinya.!”. Pak Sisul tidak percaya begitu saja, beliau kebelakang memeriksa gudang si pedagang. Tapi, ternyta benar apa yang di katakan si pedagang, tak satu sakpun pupuk dilihatnya, isi gudang kosong, hanya lapak bekas alas pupuk yang masih berantakan. Ya……….di jaman seperti ini petani harus bersabar, banyak tawakal ya pak. 😀

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( Komentar Dinonaktifkan pada BBM naik,hasil produksi tidak naik )

Motorku sayang,motorku malang

Posted on Mei 5, 2008. Filed under: Pengakuan |

Sudah beberapa hari ini saya jarang membelai,memekuk,dan memberi perhatian pada motor kesayangan,motor yang selalu setia menemaniku. Kemana aku pergi dia selalu mengantarku. Walaupun dalam keadaan hujan,panas,dia tetap setia mengantarkan aku pergi kemana tujuanku. Merasa bersalah dan tersentuh,ketika aku melihat dia diam termenung di sebuah gudang yang kumuh. Tidak ada balas budi dan timbal balik,selama ini aku membiarkan dia termenung sendiri.

” Maafkanlah aku sayang,bukannya aku tak sayang lagi padamu dan tak bertanggung jawab,tapi benar,dalam hati yang paling dalam,aku masih sayang padamu. Perlakuanku selama ini bukanlah maksud hatiku,tapi ini adalah ketidakmampuanku untuk menyayagi dan merawatmu. Kenaikan harga bensinlah yang memaksakan diriku untuk berbuat seperti ini. Apa lagi sekarang,belum aja lupa dengan kenaikan harga bensin yang lalu,sudah ada isu lagi kalau harga bensin akan naik. Sebenarnya aku sangat sayang padamu. Berkali-kali teman berusaha membujuk untuk menjualmu,akupun tetap menyayangimu,aku tetap mempertahankanmu. Walaupun kenyataannya,aku membiarkanmu termenung sendiri dalam tempat yang sepi.”,perasaan dalam hatiku.

Memang selama ini aku jarang menggunakannya,bahkan merawatnya. Kotoran-kotoran yang menutupi lapisan warna cat aslinya,memudarkan warna yang menunjukan kegagahannya. Spatbord depan yang mulus,kini pecah dibiarkan saja. Gir belakang meruncing,juga dibiarkan begitu saja. Dulu aku sangat menyayanginya,ada kotoran sedikit langsung di bersihkan “apa lagi kalau musim hujan,hampir tiap hari aku cuci”. Onderdil yang sudah aus seketika aku ganti yang baru. Tapi beda dengan sekarang. Maafkan aku ya sayang. Semua ini bukan maksud hatiku,tapi keadaanlah yang memaksaku seperti ini.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 1 so far )

Sekdes Jladri-Buayan-Kebumen-Jawa Tengah-Indonesia.

Posted on April 15, 2008. Filed under: Pengakuan |

Carik cerdas

Pak Warisman sebutan sehari-hari di kantor Desa Jladri. Beliau aktif dalam ForKom Pengurangan Resiko Bencana ¨PRB¨ DAS Telomoyo yang terbentuk beberapa bulan lalau. Beliau menjabat sebagai Ketua di ForKom PRB DAS Telomoyo kawasan Hilir. Dalam berbagai acara yang berkaitan dengan ForKom PRB DAS Telomoyo beliau tidak mau ketinggalan,selalu hadir dalam acara-acara seperti itu.

Beliau sering menjadi narasumber dalam acara-acara,seperti acara penyuluhan PRB di Balai Desa Jladri,workshop PRB di Gedung PKK Kebumen yang di fasilitasi oleh INDIPT,acara silaturahmi BBPPKS Yogjakarta juga yang di fasilitasi oleh INDIPT.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 2 so far )

Pertanyaan yang belum terjawab di balik Lilis

Posted on Maret 31, 2008. Filed under: Pengakuan |

Beberapa waktu lalu 30/03/08 redaksi menghubungi sahabat lewat telepon seluler,yang kedapatan sudah bekerja di kota Solo ¨merantau¨. Dalam perbincangan itu,ada beberapa alasan yang menjadi pertimbangan Lilis memutuskan untuk merantau.

Apakah karena lilis ingin menambah pengalaman?,apa karena ingin mencari uang yang banyak?,apa karena keterpaksaan atau tekanan keluarga?,atau bagaimana?. Ternyata alasan Lilis merantau karena dirumah sudah merasa bingung,mau sekolah sudah males,ke pondok pesantren sudah bosan,di rumah terus malah bingung. Keluarga Lilis termasuk keluarga yang tidak kurang,orang tuanya tidak mungkin tidak bisa membiayai Lilis untuk sekolah ke jenjang berikutnya,namun,karena kurangnya kemauan Lilis untuk melanjutkan sekolah,akibatnya Lilis di rumah merasa bingung. Disamping Lilis tidakmau sekolah lagi,Lilis juga tidak melanjutkan ngajinya di pondok pesantren. Dulu Lilis pernah mondok di pondok pesantern ternama di Kebumen,tapi sekarang Lilis harus berangkat merantau ke kota Solo.

Kaget setelah redaksi mendengar Lilis merantau,kenapa Lilis harus merantau,sedangkan kesempatan untuk belajar sangatlah mudah di dapatkan. Disamping orang tuanya mampu membiayai,Lilis juga masih produktif untuk belajar,usianya yang masih muda dan masadepannya masih panjan. Kenapa Lilis tidak punya keinginan atau semangat untuk belajar?. Apa karena dorongan dari orang tua yang masih kurang?,apa karena sekolah dirasa tidak menjamin masadepan?,apa memang benar-benar sudah tidak ada keinginan untuk belajar?.

Banyak pertanyaan-pertanyaan di balik merantaunya Lilis di benak redaksi,sebenarnya apa yang menyebabkan Lilis memutuskan untuk merantau?.itu masih menjadi pemikiran redaksi untuk mencari penyebab Lilis merantau. Ada apa di balik itu ?.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( Komentar Dinonaktifkan pada Pertanyaan yang belum terjawab di balik Lilis )

Dariman pindah belajar

Posted on Maret 18, 2008. Filed under: Pengakuan |

Malam ini selasa 18 Maret 2008 dariman belajarnya pindah,yang tadinya dariman belajar komputer “internet” di KMN sekarang dariman belajar nulis di INDIPT. Dariman kepengin menambah ilmu lagi di indipt.

Tiga bulan sudah waktu yang cukup singkat dihabiskan dariman untuk belajar komputer “internet” di KMN “17 Desember 2007 sampai 17 Maret 2008″,sesuai dengan lamaran magangnya dulu yang di ajukan kepada Direktur sebuah perusahaan internet ” KMN “,dariman akan belajar tiga bulan. Mas Ari Subowo ” Direktur KMN” ,pernah berkata kepada dariman, “kalau ingin belajar lagi bisa di perpanjang tiga bulan lagi” ,tapi setelah tiga bulan di jalani ternyata dariman harus memilih pindah belajar ke bidang yang lain.

Saya sekarang lagi kepengin belajar menulis yang bagus,menarik,mudah di pahami,mengena,dan bisa mewawancarai narasumber,pokoknya yang zip zip gitu daaaaah,intinya jadi penulis.

Dengan semangat yang luar biasa dariman setiap hari belajar menulis,menulis dan menulis,entah apa yang ditulis,entah di mana akan menuangkan tulisan yang penting menulis. Sering sekali dariman menulis lewat chating,dariman biasanya kalau orang yang di ajak chating tidak merespon chatingnya dia menggunakan media itu untuk belajar nulis,pernak terjadi,ketika dariman chating dengan Esty “Anak Kutowinangun”,Esty tidak merespon chatingan dariman,alasannya lagi sibuk kerja,tapi dariman malah memanfaatkan media itu untuk berlajar menulis,dariman terus menulis,menulis,dan menulis di YM,saking semangatnya kepengin bisa jadi penulis sampai-sampai dariman tidak tau kalau menulis di YM terbatas,akhirnya dariman mengenter dan terus menulis lagi seperti itu seterusnya sampai layar YM Esty penuh. Dariman tidak tau Esty marah apa tidak dengan kelakuan dariman yang seenaknya aja nulis di YMnya,soalnya setelah dariman nulis panjang lebar Esty tidak komentar apa-apa.

Banyak ilmu yang di dapat dariman di KMN,dari yang chating,cara ngirim email,browsing,nginstal komputer “walaupun masih kebingungan”,padahal dariman sebelum masuk di KMN dariman tidak tau tentang komputer,”boro-boro internet,komputer aja tidak tau bagaimana cara menghidupkannya “.

Saya ucapkan terima kasih kepada Mas Ari Subuwo ” Menejer KMN”,Khabib Marzuki “yang mengajari saya”,Mba Asih,Mujayanah,Eko,” karyawan KMN”.”.

Dariman juga bilang,”Saya pasti akan sering maik ke KMN,dan saya tidak akan melupakan KMN walaupun saya sekarang sudah tidak tinggal di KMN.”, masih banyak ilmu yang harus saya pelajari dari KMN “.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 1 so far )

Jatuh dari pohon kelapa

Posted on Maret 14, 2008. Filed under: Pengakuan |

Ada kabar buruk yang aku dapatkan dari seorang teman,kabar yang di beritakan temanku adalah warga jladri jatuh dari pohon kelapa. Sakinah menjelaskan kabar terserbut kepadaku lewat telepon genggam “HP”,sakinah menjelaskan kejadian tersebut bahwa Pak Jasimin jatuh dari pohon kelapa pada hari kamis tanggal 13 maret 2008,tepatnya sekitar jam 16.00 wib. Kejadian itu terjadi di belakang rumahnya Bapak Imam Nawawi,sebenarnya pohon kelapa itu bukan milik Bapak Jasimin,tapi pak Jasimin menggandainya dari pak Tengul,kebiasaan warga jladri yang tidak punya pohon kelapa sendiri biasanya ada yang menggadai,ada yang ngemplong “nyewa per pohon”,dan tak jarang juga ada yang maro “bagi hasil”. Hal seperti itu suda menjadi budaya di desa jladri,jadi kebanyakan warga jladri berpenghasilan dari gula merah itu,yang bahan dasarnya dari air nira/sajeng itu yang berasal dari pohon kelapa.

Setelah kejadian itu pak Jasimin di tolong pertama kali oleh pak Imam Nawawi dan pak Sobari,pak Iman dan pak Sobari langsung membawa pak jasimin ke tukang urut yang berada di karang bolong,menurut pak imam katanya yang lebih dekat dari tempat kejadian,”tukang urutnya bernama pak kasmudi”. Setelah sampai di tempat pak kasmudi pak jasimin di periksa oleh pak kasmudi,ternyata (lebih…)

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( Komentar Dinonaktifkan pada Jatuh dari pohon kelapa )

Ibu dan Anak

Posted on Maret 10, 2008. Filed under: Pengakuan |

Seorang Ibu yang sangat menyayangi anaknya,ketika anaknya sedang menuntut ilmu di kotanya,sang Ibu selalu mendukung dan mensuportnya,bahakan bukan hanya dorongan dan dukungan,dari kebutuhan hidupnyapun selalu di cukupi “mungkin itu sebuah tanggung jawab sebagai orang tua”.

Jarak tidak menjadi penghambat sebuah kasih sayang,walaupun dengan jarak yang lumayan jauh,kasih sayang seorang Ibu selalu menyertai anaknya,itu dirasakan seorang anak yang semenjak  duduk di bangku SMP jauh dari sang ibu. Walaupun denga (lebih…)

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 1 so far )

DAS Telomoyo

Posted on Februari 22, 2008. Filed under: Pengakuan |

Sabtu sore sengaja saya datang ke balai desa jladri,di situ saya bertemu dengan Bpk Sekdes Jladri.Dalam perbincangan saya dengan Bpk Sekdes saya betanya tanya tentang asal mula dan dasar dasar tanggul DAS TELOMOYO di bangun (lebih…)

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( Komentar Dinonaktifkan pada DAS Telomoyo )

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...