Pengalaman

Info terbaru Kebumen

Posted on Januari 29, 2012. Filed under: BELAJAR, Bisnis, Cerita, jladri, Keluarga, Pengalaman |

Halo bro, sis, kang, mbakyu, pakde, bude, sa piturute…………….

Ada kabar baru nih dari Kebumen, khususnya terkait tentang dunia blog, alias Go Blog, ha ha ha ha ha ha ha ……..

Kini, Dariman kembali lagi untuk belajar nge-blog, ya….. seperti dulu, belajar bagaimana menuangkan ekspresi kedalam blog, baik tulisan atau dengan gambar-gambar.

Sekarang menampilkan blog yang berbeda, kalau dulu seputar gula jawa, lingkungan, dan sebagainya. Dan itu juga lebih banyak disajikan dalam bentuk tulisan-tulisan, kali ini Dariman akan lebih banyak menyajikan dengan bentuk gambar-gambar.

Walaupun isinya tentang bagaimana cara membuat gula, nanti akan disajikan dengan gambar-gambar, agar proses-prosesnya lebih mudah dipahami. Begitu pun dengan informasi-informasi lainnya, salah satu blog adalah http://landscapenow.blogspot.com/

dan yang satunya lagi blog yang lebih spesifik, yaitu blog hitam putih, semua gambar yang akan dipublikasikan di blog ini http://photoblackwhite.blogspot.com/ gambar-gambar hitam putih

Mungkin suatu saat nanti, juga ada blog-blog lain, dan kali ini Dariman akan lebih spesifik dalam membuat blog. Ya, silahkan mampir diblog barunya ya…….

Iklan
Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 1 so far )

Manfaat media “Dunia maya”

Posted on Januari 17, 2009. Filed under: BELAJAR, Cerita, Pengalaman |

Sudah berhari-hari aku mencari informasi teman-teman yang dulu pernah belajar bareng, belajar foto essay di rumah joglo Syarikat. Ada Den mas bagus Seno Aji, Ipex, Indra, Deva, Budi, Ubbath, Den ayu Pipit, Ika, Roro, Okah, dan teh Suhar, dan yang jelas masih banyak teman-teman lain yang aku tidak bisa menyebutkan satu persatu. Berharap bisa menyambung tali silaturahmi dan shering pengalaman, yang jelas aku sangat membutuhkan orang-orang tersebut sebagai tempat berkonsultasi, tentunya konsultasi dibidangnya masing-masing.

kenangan-di-jogja1
(lebih…)

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 3 so far )

Modal kenal kepala Desa, Kedua Anak itu bebas dari cegatan (Operasi gabungan) polisi

Posted on Agustus 23, 2008. Filed under: Pengalaman |

Kencang sekali Tame mengendarai sepeda motor, kelihatannya mereka tergesa-gesa menuju rumah. Semua orang yang melihatnya pun heran dan terkejut, tak biasanya anak itu naik motor sekencang itu. Tambah heran lagi ketika mereka berdua “Tame dan Manding” selain kencang juga sambil cekikikan di atas motornya, sebenarnya apa yang mereka alami? Pertanyaan dalam hati orang yang melihatnya, apa lagi temannya yang sedang duduk santai di depan rumah Tame.

Setelah berhenti di depan rumah dan menyetandar motor, Tame dan Manding pun masih cekikikan. Saking penasaran teman-teman yang ada di tempat tersebut langsung menanyai mereka berdua. Cukup lama teman-teman menunggu jawaban dari mereka berdua, karena saking lucunya “mungkin” kejadian yang baru mereka alami dan membuat mereka tak henti-henti dari ketawanya. Masih dengan cekikikan Tame sedikit menjawab pertanyaan temannya, tapi temannya minta Tame menceritakan lebih jelas.

“Me (panggilan Tame), sebenere anu ana apa, deneng gole nunggang montor banter temen, kaya wong kebelisen. Malah karo guyon mbarang, jane anu nangapa?(Me, sebenarnya ada apa, kenapa naik motornya kencang sekali, seperti kerasukan setan. Malah sambil becanda, sebenarnya kenapa? )” tanya salah satu teman dengan nada penasaran.

“Lucu, lucu banget (Lucu, lucu sekali)” sahut Tame masih dengan cekikikan.

“Wis, jel siki mandeg gole ngguyu. Siki crita jane anu lucu kepriben? (Dah, coba sekarang berhenti ketawanya. Sekarang cerita sebenarnya lucu bagaiman?)” teman yang masih penasaran menyuruh Tame menceritakan.

“Dadi kaya kie critane (Jadi seperti ini ceritanya), Tame memulai cerita.

“Miki aku karo Manding tes nonton bal-balan nang lapangan kecamatan (Tadi saya dengan Manding habis nonton sepak bola di lapangan kecamatan), Nang tengah ndalan ana polisi agi ngendegi montor sing pada liwat (Ditengah jalan ada polisi sedang menghentikan motor yang sedang lewat). Aku ora ngeti nek kue operasi gabunagan kangaring Polres (Saya tidak tau kalau itu opersi gabungan dari Polres), terus aku liwat bae (Terus saya lewat aja), malah di semprit kon mandeg nang salah sijine pak polisi sing ana nang kono (Malah dibunyikan peluit disuruh berhenti oleh salah satu pak polisi yang ada disitu ). Mbarang wis diendeg (Setelah dihentikan), polisine malah hormat aring aku (Polisinya malah hormat pada saya).” cerita Tame masih dengan sedikit-sedikit cekikikan dan tidak tau tingkah dari apa yang dilakukan pak polisi pada mereka.

Tame merasa heran ketika dia deberi horamat pak polisi, dalam batin Tame “kenapa aku dihormati, seperti atasannya aja”. Maklum, Tame adalah anak kampung yang baru menginjak umur belasan tahun, yang tidak tau tatatertib lalulintas alias ndeso. Begitu juga dengan Manding, mereka adalah teman sekampung dan juga teman sekelasnya di sekolah.

Lanjut cerita.

Seperti halnya kebanyakan polisi yang beroperasi, setelah memberi salam pak polisi menanyakan surat-surat motor yang dinaiki Tame dan Manding.

“Maaf, bisa menunjukan surat-suratnya?” tanya pak polisi dengan nada sangar.

Karena Tame yang didepan dan Manding yang diboncengnya, Tame pun menjawab pertanyaan pak polisi tersebut.

“Maaf pak, sekarang sudah bukan jamannya surat-suratan. Sekarang sudah jaman moderen pak, sekarang jamannya SMS-san.” jawab Tame pada pak polisi sedikit grogi dan takut.

“Bukan itu yang aku maksud. Mana STNK dan SIMnya?” tanya pak polisi mengulang.

“Tidak dibawa pak” jawab Tame grogi.

“Bagaimana sih, masa naik motor tidak bawa surat-surat. Kamu anak mana?” geram pak polisi sambil menanyakan tempat tinggal.

“Anak Dampar kencana pak” jawab Tame ketakutan.

“Terus kamu anak mana?” tanya polisi pada Manding.

“Anak Pecaron pak” jawab manding ketakutan juga, karena mereka berdua baru pertama kali berhadapan dengan polisi.

“Gimana sih, kamu ngaku anak Dampar kencana, dan kamu anak Pecaron, yang benar yang mana?” sentak pak polisi dengan menunjuk mereka satu persatu.

“Begini pak ceritanya.” Tame berusaha menjelaskan.

“Tadi aku sama Manding baru menyelesaikan tugas sekolah di rumah teman di Wadas malang, karena Manding tidak bawa kendaraan jadi sekalian aja aku mengantarnya pulang.” cerita Tame pada pak polisi.

Dengan berbagai cara dan bercerita kesana kemari akhirnya Tame bisa mereda emosi pak polisi tersebut yang sudah dibuatnya jengkel, dan setelah ditanya kesana kemari Tame pun terbebas dari segala sesuatunya. Pak polisi akhirnya membebaskan Tame dan tanpa mengeluarkan uang sepeserpun, padahal setiap orang yang tidak mematuhi tata tertib berkendara pasti kena tilang ataupun denda ditempat (damai alias suap).

Tame dibebaskan dari operasi bukan karena Tame pintar bercerita atau mencari akal, itu karena pak polisinya kenal dengan lurah (Kepala Desa) dimana Tame tinggal. Memang hebat sekenario yang dibuat Tame dan Manding, mereka pura-pura bilang bukan anak sekampung, dan mereka bilang baru menyelesaikan tugas sikolah di rumah teman. Tapi, bahwa yang sesungguhnya mereka berdua adalah satu kampung, dan baru pulang dari nonton pertandingan sepak bola di lapangan kecamatan. Sungguh hebat, sekenario tanpa perencanaan dan tanpa persiapan yang disadari.

Selesai bercerita pada teman dan orang yang berada di depan rumahnya, Tame pun kembali ketawa terbahak-bahak mengingat kejadian yang baru dialaminya. Bukan hanya Tame dan Manding yang tertawa terbahak-bahak, semua teman dan orang yang mendengar ceritanya pun ikut tertawa, hingga suasana dihalaman rumahnyapun menjadi berubah ramai.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( Komentar Dinonaktifkan pada Modal kenal kepala Desa, Kedua Anak itu bebas dari cegatan (Operasi gabungan) polisi )

Apa benar slip biru (surat tilang) di Kebumen sudah dibekukan?

Posted on Agustus 23, 2008. Filed under: Pengakuan, Pengalaman |

Hallo Dunia…….

Maaf nih lama banget blog ini tidak keurus, tapi jangan khawatir. Ada sedikit cerita nih buat temen-temen setelah sekian lama tidak nongol.  Karena cerita inilah salah satunya yang menjadikan saya tidak nongol-nongol di dunia maya ini.     ***********

Beberapa hari yang lalu tepatnya sabtu 19 juli 2008, dalam perjalanan pulang dari rumah teman tiba-tiba saya dihentikan oleh seorang polisi yang memakai sepeda motor tril berwarna hitam putih khas polisi. Ya, motor tril saya menyebutnya. Tepat di depan Depot isi ulang Arya Thirta Jl.HM.Sarbini saya dihentikan, saya pun kaget ketika polisi tersebut menghentikan motornya pas didepanku. Tanpa basa-basi setelah memberi salam polisi tersebut menanyakan surat-surat motor saya, dengan senang hati saya pun memberikan STNK. Hanya menunjukan STNK tidak cukup rupanya, dan polisi tersebut memintaku menunjukan SIM. Saya bilang terusterang pada polisi tersebut, kalu SIM saya telah hilang setahun yang lalu, akhirnya polisi tersebut memintaku datang ke Pos jaga di pertigaan dari arah selatan pasar kebumen”Saya tidak tau persis nama pos tersebut, yang jelas saya diminta mengikuti polisi tersebut ke pos”.

Sesampainya di pos, polisi yang mengejar saya menyerahkan STNK motorku kepolisi yang berada di pos tersebut, mungkin itu atasannya atau apanya aku tidak begitu paham, yang jelas polisi itu sudah punya pangkat BRIPTU/83030725 dari kesatuan Res Kbm. Tanpa panjang lebar karena saya merasa bersalah, saya langsung bilang “Tilang aja pak”, polisi yang berpangkat tersebut pun bilang pada polisi yang mengejar saya. Kedua polisi tersebut saling menunjuk atas nama penilangan, akhirnya yang punya pangkat itulah yang menilang saya.

Sebelum saya menandatangani surat penilangan, saya menanyakan slip yang berwarna biru. Namun, si polisi dengan enaknya bilang “Saya malah tidak tau masalah slip biru”. Kaget, ketika saya mendengar hal tersebut, “bisa ya, polisi kebumen tidak tau yang namanya slip biru, padahal saya lihat dalam lembaran buku tilang ada yang berwarna merah, biru, hijau, dan lainnya. Tapi kenapa ketika saya meminta slip yang warna biru polisi itu menjawab demikian, apa hanya pura-pura atau memang benar-benar tidak tau?” heran dalam batin. Apa benar, padahal belum lama ini saya baru membaca email kiriman dar teman yang mengalami hal yang sama (kena tilang) dan dia bercerita masalah slip biru dan slip merah. Malah saya jadi seolah-olah menggurui itu polisi ketika saya menerangkan masalah slip biru, gimana ini? Oke…..saya tidak dapat slip biru tidak apa, toh sidang di Pengadilan Negeri juga sama aja, cuma bedanya hanya dalam proses.

Setelah ditulis lengkap dalam slip tilang yang berwarna merah, saya masih menanyakan lagi, yang saya tanyakan sekarang adalah jaminan/barang yang disita penilangan. Lagi-lagi saya harus menerangkan pada polisi tersebut, karena polisi tersebut akan menyita sepeda motorku. Saya tidak mau jika motorku sebagai jaminan penilangan, yang saya tau namanya jaminan dalam tilang ada 3 macam. 1) SIM. SIM bisa jadi jaminan, jika si pelanggar menghendaki jaminannya SIM dan tidak bisa menunjukan STNK. 2) STNK. Jika pelanggar tidak bisa menunjukan SIM, maka STNK bisa untuk jaminan. 3) Sepeda Motor. Yang terakhir ini bisa dilakukan jika pelanggar tidak bisa menunjukan SIM dan STNK, karena hal ini bisa dikatagorikan dalam hal curanmor. Dan satu hal lagi, jika pelanggar memberikan SIM dan STNK pada polisi, maka mintalah salah satu dari itu, jangan keduanya dijadikan jaminan.

Cukup lama saya berada di pos tersebut, hingga saya sempat melihat ada seorang pemuda yang baru kena tilang dan datang ke pos tersebut memberikan sejumlah uang pada polisi itu, mungkin itu sebagai jalan damai. Apa itu yang diharapkan kedua polisi itu dariku? Hingga dia bertele-tele memberikan surat tilang padaku, padahal saya sudah menandatangani surat tilang tersebut. Selang beberapa menit setelah pemuda tadi pergi, barulah surat tilang tersebut deberikan. Setelah saya menerima surat tilang tersebut saya menanyakan tanggal sidang, dengan nada ketus polisi tersebut menyuruhku melihat tanggal yang tertera dalam kertas yang berwarna merah yang saya pegang.

Setelah menunggu berhari-hari, tibalah tanggal yang titentukan (7 agustus 2008) untuk menghadiri sidang di Pengadilan Negeri. Pagi-pagi sekali saya mendatangi Pengadilan Negeri Kebumen, sesampainya di PN saya harus menunggu pendaftaran sidang dibuka. Hampir 1 jam saya menunggu di depan ruang pendaftaran. Tapi, setelah dibuka dan saya menyerahkan surat tilang kepetugas pendaftaran, jaminan (STNK) belum diantarkan ke PN tersebut, petugas pengadilan menyarankan saya untuk menanyakan ke kantor polisi dimana polisi yang menilang saya bertugas.

Selang beberapa menit saya sampai kantor dimana polisi yang menilang saya bertugas, kebetulan jarak dari PN tidak terlalu jauh. Ditempat pembuatan SIM saya masuk kantor kebagian berkas penilangan, disitulah saya menanyakan keberadaan STNK sepeda motorku. Saya tidak begitu hapal nama polisi tersebut, yang aku tau dia menangani berkas-berkas tilang.

Di ruangannya saya menanyakan polisi yang menilangku, polisi itu memberitahu bahwa polisi yang menilangku telah pindah tugas. “Mas, dia (polisi yang menilangku) sudah tidak bertugas disini. Sekarang dia tugas di Prembun.” kata polisi bagian tilang. “Mas, ga usah dicari kesana nanti susah nyarinya, biar tak perpanjang lagi aja ya sidangnya. Nanti tak mintakan STNK mas kesana.” tambahnya. Saya pun menyetujuinya, daripada repot-repot mencari ke Prembun, lebih baik nunggu 1 minggu lagi.

Dikantor tersebut saya juga menanyakan lagi masalah slip biru, polisi tersebut malah menerangkan bahwa program slip biru sudah dibekukan. Dengan alasan susah mengambil uang tilang yang disetorkan si pelanggar ke Bank yang ditunjuk, dia menerangkan pihak bank tidak memberikan uangnya selain nama yang menyetorkan. Malah tambah bingung saya, bagaiman sistem kerjasamanya dengan pihak bank. Apa yang mengambil uang tilang tersebut polisi apa siapa? Bukannya uang tersebut masuk kekas Negara, apa bagaimana? Terus bagaimana dengan sistem tersebut, apa memang benar program slip biru sudah dibekukan? atau polisi tersebut hanya menutupi temannya aja? Entahlah……..yang jelas seperti itu keterangannya.

Setelah diperpanjang 1 minggu dalam surat tilang, sesuai tanggal yang ditetapkan saya pun mendatangi PN Kebumen. Ada-ada aja di PN Kebumen, kenapa saya harus berhadapan dengan orang yang seolah akan membantu saya (calo), dilihat dari seragam yang dikenakan dia sepertinya pegawai PN Kebumen. Untungnya saya tidak menerima tawarannya, saya pun langsung menuju tempat pendafran sidang. Hampir dua jam saya menunggu sidang, yang menurut jadwal sidang adalah pukul 09.00 WIB saya harus menunggu sampai pukul 10.00 WIB lebih.

Setelah lama menunggu akhirnya saya dipanggil juga menghadap ketua sidang, sidang pun dimuai. Baru kali ini saya mengikuti sidang di PN Kebumen. Tidak terlalu sulit dan rumit, ketua sidang hanya mengecek identitas dan kesalahan yang telah dilakukan terdakwa. Setelah itu baru dijatuhkanlah denda yang harus dibayar terdakwa kepengadilan, jika terdakwa merasa masih keberatan atas denda tersebut, terdakwa boleh minta keringanan pada ketua sidang. Jika sudah ada kesepakatan, barulan palu hakim diketuk dan tinggal membayar denda dibagian administrasi.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 2 so far )

Printer merek apa dan tipe berapa yang pas di ubuntu 8.04

Posted on Juli 23, 2008. Filed under: Curhat, Pengalaman |

Halo teman-teman…..

Bagaimana dengan pertanyaan beberapa waktu lalu?, apa sudah menemukan solusinya?, jika belum, ya sudah…..lupakan saja. Sebenarnya saya sudah banyak menemukan cara-cara untuk menginstal Hp Laserjet 1020, baik dengan cara otomatis, manual, bahkan local host, itulah cara-cara yang ditawarkan Om google. Dari semua cara tersebut ternyata tidak menjawab apa yang saya harapkan “Hp Laserjet 1020 bisa bekerja sebagaimana mestinya,” dan saya harus membeli print baru lagi, tentunya yang suport dengan Ubuntu 8.04.

Sebelum beli print baru, saya tidak mau pusing, maka dari itu saya tanya pada teman-teman kira-kira print merek apa dan tipe berapa yang suport dengan Ubuntu 8.04. Sebenarnya Hp Laserjet 1020 bisa bekerja di Ubuntu 8.04, itu semua berdasarkan keterangan teman-teman di forum Ubuntu. Tapi kenapa setelah saya mempraktekannya sendiri Hp Laserjet 1020 tetap tidak mau bekerja sebagaimana mestinya. Kelihatan sekilas print sudah terdeteksi, status juga sudah ok, tapi yang mengherankan itu print tidak bisa bekerja.

Memang kelihatan ketika saya menginstal dengan cara karnel source, setelah melakukan beberapa proses dan sukses, tapi ketika saya mengetikan “make” keterangannya “eror“. Apa karena itu apa bagaimana? Tapi saya sudah mencoba dengan cara yang lain, lebih mudahnya dengan cara localhost. Kenapa print tetap aja tidak mau bekerja.

Ok teman-teman, saya tunggu informasinya, kira-kira apa yang cocok untuk Ubuntu 8.04. Semoga masalah ini cepat terselesaikan……Amin.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( Komentar Dinonaktifkan pada Printer merek apa dan tipe berapa yang pas di ubuntu 8.04 )

Hp Laserjet di Ubuntu 8.04

Posted on Juli 18, 2008. Filed under: Pengalaman |

Kenapa ya….Ubuntu 8.04 tidak bisa menjalankan Hp Laserjet 1020? Padahal sudah terdeteksi dan kelihatannya sudah siap bekerja pada Ubuntu, namun printer tetap “diam” tidak bekerja sebagaimana mestinya. Baru kali ini saya mengalami masalah seperti itu, memang masih baru sih di Ubuntu.

Teman-teman ada tidak yang punya cara jitu untuk menjalankan Hp Laserjet 1020 di Ubuntu? Saya sudah mencoba saran-saran Om gogle, tapi hasilnya masih nihil. Baik cara manual sampai ke yang super manual,  tawaran Om gogle sudah banyak tak coba, bahkan sampai ke Forum Ubuntunya langsung sudah saya tanya, tapi hasilnya ya …..seperti itu. Mohon bantuan teman-teman jika ada yang pernah mengalami hal sama seperti saya, dan bisa berhasil “print bisa jalan” kasih tau saya ya……………….

Bantuan teman-teman secepatnya saya tunggu, dan terimakasih sekali jika bisa membantu saya menjalankan Hp Laserjet 1020 di Ubuntu. Cepat ya………………………

Oke teman-teman mari cari solusinya, semoga berhasil.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( Komentar Dinonaktifkan pada Hp Laserjet di Ubuntu 8.04 )

Motorku jengkel

Posted on Mei 10, 2008. Filed under: Pengalaman |

Kemaren malam 9 mei 2008 motorku bener-bener jengkel. Tidak mau mengantar saya lagi,tidak seperti dulu. Mungkin karena dia merasa tidak pernah lagi di sentuh,di belai,di beri kasih sayang,dan di rawat. Memang saya yang salah sih,berhari-hari dia di biarkan begitu saja,ketika ada perlunya baru menyentuhnya. Saya merasa terlalu egois padanya,tidak adil ini.

” Maafkanlah aku sayang. Jika memang begitu,aku janji aku akan memberikan yang terbaik padamu. Tapi itu juga sesuai kemampuanku.”,dalam hati berkata. Memang,baru kali ini saya merasakan di jengkelin motorku. Dari dulu motorku tidak pernah rerwel,minta jajan yang mahal-mahal,apa lagi sampai ngambek kaya begini. Perlakuan pada motor hampir mirip seperti memperlakukan pada seorang gadis pujaannya. Itulah motorku,yang ngerti akan diriku. Tentunya denganpengertianku padanya.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( Komentar Dinonaktifkan pada Motorku jengkel )

Kecanduan kopi jempol

Posted on April 3, 2008. Filed under: Pengalaman |

Pagi sekali tukang koran mengantarkan koran edisi hari ini 3 Maret 2008 ,tergeletak dua koran yang penerbitnya berbeda,satu dari Kompas,dan yang satunya dari suratkabar suara merdeka. Berbagai berita di kabarkan dari surat kabar,dari yang ber bau ekonomi,sosial,budaya,politik,dan seterusnya.Dengan segelas kopi di atas meja tamu,menemani suasana di pagi hari,sambil membaca berita yang di kabarkan surat kabar hari ini. Suasana pagi hari yang sejuk,tenang,menambah rasa nikmatnya segelas kopi itu,kental mantapnya kopi menambah gairah untuk membaca berita-berita di surat kabar.

Disamping menemani membaca surat kabar di pagi hari,segelas kopi juga tak jarang menemaniku menulis di malam hari. Berjam-jam setiap di depan komputer,segelas kopi selalu menemaniku di atas meja,di samping kopi yang mantap dan nikmat,rokokpun selalu menemaniku.

Walaupun hanya kopi merek jempol,tidak kalah nikmatnya dengan kopi merek-merek yang terkenal,seperti,Kapal Api,ABC,Torabika,dan yang lain. Cukup dengan kopi jempol,suasana membaca atau menulis menjadi nyaman,enak,betah,dan sebagainya.

Tak jarang harus nambah,tak cukup segelas dua gelas ketika di depan komputer. Pernah terjadi,semalam saya harus nambah empat sampai lima gelas kopi,untuk menemani bergadang di depan komputer. Tidak ada merek lain selain merek jempol,karena kopi jempol dirasa harganya yang sangat bersahabat dengan kantong. Dengan mengeluarkan uang 1600,saya sudah bisa menikmati kopi,harga itu juga untuk ukuran bungkus yang besar,di samping itu juga ada ukuran bungkus yang lebih kecil,bisa di kata lebih ekonomis.

Sebelumnya saya tidak pernah merasakan kopi jempol,semenjak tinggal di kantor indipt saya menjadi ketagihan dengan nikmatnya kopi jempol. Tak tau mengapa menjadi ketagiha dengan kopi jempol,apa karena keterbiasaan atau bagaimana?.

Kopi jempol menjadi bagian dari hidupku,setiap hari harus ngopi dan ngopi. Sehari tidak ngopi,terasa ada sesuatu yang masih mengganjal,masih ada yang belum selesai. Apa itu yang di namakan sudah kecanduan ?.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 3 so far )

Internet ngadat

Posted on April 2, 2008. Filed under: Pengalaman |

Belakangan ini koneksi internet di kantor sering terputus,saya tidak tau apa masalahnya. Sudah berkali-kali saya cek,dari koneksi kabel,koneksi jaringan,sampai ke wireles. Tapi apa yang saya lakukan tidaklah membuahkan hasil,yang ada malah tambah pusing kepala aja. Disamping saya utak-atik sendiri,saya juga tidak lepas minta bantuan pada ahlinya. Mas Ari Subowo,memperkirakan penyebab tidak koneknya internet karena terminal wirelesnya sudah eror,yang mengakibatkan internet kadang konek kadang tidak.

Sudah di lakukan berbagai alternatif,seperti mengganti penghubung,yang tadinya menggunakan kabel langsung sekarang sudah di ganti dengan radio alkon. Tadinya di kira kabelnya yang eror,tapi setelah di ganti dengan radio alkon hasilnya masih sama juga,ya,walaupun lumayan,tapi kadang juga tidak konek. Ada perubahan setelah penghubung di ganti dengan radio alkon,sekarang lebih sedikit nyaman dalam penggunaan,ya,walaupun masih sedikit ada masalah.

Entah sampaikapan kapan akan terus seperti ini. Sekarang masih dalam percobaan,sekarang di coba sampai beberapa hari,kalau hasilnya masih sama seperti yang kemaren,terpaksa harus mengganti wirelesnya. Tidak ada kemungkinan kalau wirelesnya sudah setengah mati,biasanya wireles sebelum mati total kejadiannya seperti itu,kadang hidup kadang mati.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( Komentar Dinonaktifkan pada Internet ngadat )

Khawatir

Posted on Maret 19, 2008. Filed under: Pengalaman |

Semakin malam semakin bingung redaksi mau meluncurkan artikel pada hari ini 19/03/08 ke situsnya,apa lagi yang akan di luncurkan ?,redaksi kerepotan karena harus nyari berita sendiri.

Puntung rokok memenuhi asbak di atas mejanya,kopi di gelas juga habis,tapi kenapa belum bisa mengeluarkan ide-ide untuk bikin sebuah artikel,pikiran yang selalu melayang tidak karuan tak tau ke mana arah tujuannya,sampai-sampai situnya belum terisi untuk edisi hari ini,¨bagai mana pertanggungjawabannya nanti pada direkturnya?,waaaaaaaaah……..ga tau deh……..¨ batin cool memperhatikan redaksi.
¨Sebenarnya apa yang sedang di pikirkan redaksi,aku harus tanyakan aja langsung padanya,siapa tau bisa bantu memecahkan masalahnya,hayooooooooooooo…………..¨perkataan cool dalam hati.
Dengan perasaan bimbang cool masuk ke ruangan redaksi,takutnya malah mengganggu kerjanya. ¨ Masuk ngga yah……..?¨,keraguan cool,dengan rasa keingin tahuan cool terhadap masalah yang sedang di hadapi redaksi,cool memberanikan diri untuk masuk ke ruangannnya. Dariman ¨redaksi¨ duduk dengan gelisah,perlahan cool menanyakan masalah yang sedang di hadapi,karena memperhatikan dari ruang sebelah kelihatannya dariman sedang ada masalah,di tambah lagi cool tau kalau situsnya belum di isi untuk hari ini.

¨Ternyata masalah yang di hadapi cuma masalah sepele,cuma masalah kekhawatiran aja¨,tutur cool. Dariman khawatir kalau teman dekatnya marah,karena kepolosan dan kejujurannya bisa-bisa malah menjebaknya,akhirnya ya seperti itu,dariman tidak bisa bekerja dengan serius karena terbayang-bayangi perasaan itu.

Setelah dariman menghubunginya ¨teman¨ lewat telepon,untungnya dia tidak marah pada dariman,akhirnya dariman bisa bekerja dengan serius lagi dan bisa menemukan ide-ide dan nulis artikel untuk ngisi situsnya.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( Komentar Dinonaktifkan pada Khawatir )

Pengalaman Karyawan yang lugu

Posted on Maret 17, 2008. Filed under: Pengalaman |

Bekerja di sebuah kantor Perusahaan terkadang menyenangkan terkadang tidak,senagnya kalau awal bulan “dapet gaji” dan tidak ada kerjaan,dan tidak senangnya kalau banyak kerjaan dan jarang libur.

Banyak karyawan kantor yang punya pikiran dan berpendapat seperti itu,tapi beda dengan pengakuan dari seorang karyawan di sebuah Perusahaan kayu di Gombong,saat aku temui di rumahnya di Desa Jladri No 15 Kec.Buayan Kab.Kebumen malam,Sakinah mengatakan,saya bekerja merasa senang ketika saya bisa mengerjakan pekerjaan yang di tugaskan oleh atasan saya,dan saya paling tidak senang jika dalam satu kanto ada orang yang suka mengatur padahal itu bukan tugasnya dan bertingkah seenaknya sendiri.

Sakinah bekerja di Perusahaan itu sebagai sekretaris harian,bayak kisah-kisah yang selalu terkenang dalam hatinya,seperti kisah pada waktu acara peringatan HUT RI ke-62 di kantor,acara buka bersama,dan kisah yang paling mengesankan lagi pada waktu HPnya hilang,sampai-sampai hari,tanggal,tahun,pada waktu apa,dan jamnya pun masih ingat sampai sekarang “luar biasa”.

Teman sekantor yang paling di sukai Sakinah adalah Pak Agus “Pak Agus orangnya penyabar,murah hati,bijaksana,jika ada kesalahan cuma di tegur dan di beri arahan,pokoknya ziiiiiiiiiiiip deh.”,tuturnya. (lebih…)

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 1 so far )

Malas sekolah terus merantau

Posted on Maret 15, 2008. Filed under: Pengalaman |

Malam begitu sunyi,hening tanpa kebisingan suara mesin motor,termenung dalam keheningan malan. Terdengar langkah kaki yang begitu mengejutkan,tanpa aku menghiraukan langkah kaki itu,tapi semakin lama dirasakan,langkah kaki itu menuju ke arahku. Dengan sebatang rokok di tanganya yang di hisap dengan nikmat sekali ¨ïtu murut perasaanku¨ dia menuju ke arahku,remang-remang suasana di atas dak ¨ di atas rumah yang terbuat dari cor-coran semen ¨ membuatku tidak bisa mengenali wajahnya,semakin dekat dia menuju ka arahku semakin jelas tampak wajahnya,ternyata dia adalah sahabatku yang bekerja bareng denagku dalam satu pabrik dan satu kontrakan,dia bernama Sarno.

Dengan sendirinya Sarno duduk di sampingku di bangu yang sengaja aku buat beberapa hari yang lalu,akupun diam saja ¨ soalnya aku sedang menikmati heningnya malam ¨ dengan suara santai,sarno bertanya kepadaku,¨man,lagi ngapain di sini sendirian ?¨,aku pun dengan santainya menjawab pertanyaan sarno,¨lagi nyantai aja ¨,sarno merubah suasana di atas dak kontrakan milik pak Dedi tempat aku nyantai,suasana yang tadinya sunyi sepi berubah menjadi suasana yang hangat. Malam minggu yang kelabu ¨ itu menurutku ¨ soalnya aku tidak punya acara mingguan. Sarno datang ke atas dak ternyata merasakan hal yang sama seperti apa yang sedang aku rasakan ¨tidak punya acara di malam minggu¨,dan akhirnya aku teringat akan kampung halamanku. (lebih…)

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( Komentar Dinonaktifkan pada Malas sekolah terus merantau )

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...